KUKAR : SMP Negeri 6 Tenggarong menjadi salah satu sekolah di Kutai Kartanegara yang mendapat perhatian khusus dari pemerintah pusat. Pada Sabtu (27/9/2025), dilakukan peletakan batu pertama pembangunan laboratorium, ruang administrasi guru, serta ruang kepala sekolah.
Plt. Kabid Pendidikan SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar, Emy Rosana Saleh, menjelaskan bahwa pembangunan ini merupakan bagian dari program revitalisasi yang difasilitasi oleh anggota DPR RI, Hetifah Sjaifudian. Ia menegaskan dukungan ini menjadi langkah penting dalam memperbaiki fasilitas pendidikan di daerah.
Selain seremoni peletakan batu pertama, kegiatan juga dirangkai dengan penanaman pohon secara simbolis di lingkungan sekolah. Penanaman pohon tersebut diharapkan mampu memperkuat kontur tanah di sekitar sekolah yang dinilai rawan longsor, sehingga keberadaan gedung baru nantinya lebih aman dan berkelanjutan.
Emy menyampaikan apresiasi kepada pihak sekolah atas peran aktif mereka dalam menjalin komunikasi dengan berbagai pemangku kepentingan.
Menurutnya, inisiatif yang ditunjukkan SMPN 6 Tenggarong bisa menjadi teladan bagi sekolah lain untuk membuka ruang koordinasi dan memanfaatkan peluang bantuan dari luar daerah.
Emy menuturkan bahwa Disdikbud Kukar pada tahun ini memang belum mengalokasikan anggaran pembangunan untuk SMPN 6. Hal tersebut lantaran prioritas anggaran masih diberikan kepada sekolah yang kondisi infrastrukturnya lebih mendesak. Kendati demikian, tahun sebelumnya sekolah ini sudah menerima bantuan berupa buku perpustakaan dan peralatan hidroponik.

Ia menilai, dukungan yang datang dari pemerintah pusat melalui jalur aspirasi anggota DPR RI menjadi bentuk sinergi yang patut diapresiasi. Hal ini sekaligus menunjukkan bahwa upaya peningkatan mutu pendidikan tidak hanya bertumpu pada anggaran daerah, tetapi juga dapat diperoleh melalui jejaring yang lebih luas.
Emy berharap ke depan kolaborasi antara sekolah, pemerintah daerah, dan pemerintah pusat dapat terus terjalin erat. “Dengan demikian, peningkatan sarana pendidikan di Kukar bisa merata dan memberi manfaat nyata bagi peserta didik, khususnya di wilayah yang masih membutuhkan perhatian lebih,” tutupnya. (Adv/and)

















