Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
ADVERTORIALKUTAI KARTANEGARA

Sekolah di Kukar Kembangkan Inovasi Lingkungan, Disdikbud Apresiasi Gerakan Kolektif

256
×

Sekolah di Kukar Kembangkan Inovasi Lingkungan, Disdikbud Apresiasi Gerakan Kolektif

Share this article
75ac7c1d 9a5c 451e aa93 181422a57340
Plt. Kepala Bidang Pendidikan SMP, Disdikbud Kukar Emy Rosana Saleh. (Foto: and/dutakaltimnews.com)
Example 468x60

KUKAR : Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara (Kukar) terus mendorong sekolah-sekolah agar aktif membangun budaya peduli lingkungan. Langkah ini dinilai penting untuk menanamkan karakter positif sejak dini sekaligus mendukung gerakan bersama menjaga keberlanjutan alam.

Plt. Kepala Bidang Pembinaan SMP Disdikbud Kukar, Emy Rosana Saleh, mengatakan gerakan sekolah peduli lingkungan kini semakin berkembang. Sejumlah SMP di Kukar tidak hanya fokus pada pembelajaran akademis, tetapi juga berinovasi dalam pengelolaan sampah dan penghijauan.

“Sekolah di Kukar punya potensi besar untuk menjadi motor penggerak kesadaran lingkungan. Melalui program dan kerja sama dengan berbagai pihak, siswa dilatih untuk terbiasa dengan pola hidup bersih, disiplin, dan peduli terhadap lingkungan sekitar,” ujar Emy, Kamis (25/9/2025).

Emy mencontohkan SMPN 3 Tenggarong yang telah menjalin kerja sama dengan bank sampah di Kelurahan Mangkurawang. Program ini terbukti efektif karena selain mengurangi timbunan plastik, siswa juga diajarkan untuk memilah dan mengelola sampah secara benar. Bahkan, dalam sepekan bank sampah tersebut mampu mengumpulkan hingga 42 kilogram sampah plastik.

“Kolaborasi seperti ini bukan hanya memberi dampak nyata bagi lingkungan, tetapi juga melatih anak-anak untuk berkarakter peduli dan bertanggung jawab. Nilai-nilai seperti ini yang ingin kita tanamkan melalui pendidikan,” tambahnya.

Selain itu, SMPN 6 Tenggarong juga menjadi salah satu sekolah yang aktif mengembangkan program Adiwiyata. Mereka melakukan berbagai inovasi, mulai dari pengolahan sampah organik hingga pembuatan pupuk dan asam amino yang bermanfaat bagi tanaman.

Menurut Emy, setiap sekolah di Kukar memiliki keunikan masing-masing dalam membangun program lingkungan. Ada yang fokus pada pengelolaan sampah, ada pula yang mengembangkan kebun sekolah, atau menggalakkan gerakan penghijauan.

“Intinya adalah pembiasaan sejak dini. Kalau anak-anak SMP sudah terbiasa disiplin menjaga kebersihan dan peduli lingkungan, maka karakter itu akan terbawa hingga mereka dewasa,” jelasnya.

Disdikbud Kukar sendiri mendukung gerakan ini dengan menerbitkan jurnal kebiasaan baik yang dapat dijadikan pedoman bagi guru dan siswa. Melalui jurnal tersebut, siswa diarahkan untuk memiliki rutinitas positif, mulai dari disiplin membuang sampah hingga mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.

Emy menegaskan, penguatan karakter melalui pendidikan lingkungan merupakan salah satu strategi Disdikbud Kukar untuk menyiapkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga berperan aktif menjaga kelestarian alam.

“Pendidikan karakter itu tidak bisa hanya teori. Harus ada praktik nyata di lapangan, dan program peduli lingkungan di sekolah ini adalah salah satu bentuknya,” pungkasnya. (Adv/and)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *