KUKAR- Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kutai Kartanegara Sunggono, menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Kepala Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara Tahun Anggaran 2023, pada Rapat Paripurna DPRD Kutai Kartanegara ke 7 masa sidang II, Kamis (28/3/2024).
Rapat paripurna tersebut dipimpin Ketua DPRD Abdul Rasid dihadiri para anggota DPRD, kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kukar dan sejumlah undangan lainnya.
Dalam LKPJ Bupati Kukar yang disampaikan Sekda Sunggono menyebutkan bahwa Pemerintah Kutai Kartanegara melalui program Kukar Idaman meraliasikan visi dan misi untuk mewujudkan masyarakat Kutai Kartanegara yang sejahtera dan berbagia. Pada RPJMD Kukar 2021-2026, memperkuat landansan bagi percepatan akselerasi dan pembahruan (tranformasi) pembangunan berbasis potensi kewilayahan dan komoditas unggulan, kemudian peningkatan penyediaan infrastruktur dasar serta konektivitas wilayah.
Lalu, pada pengelolaan keuangan daerah digambarkan bahwa pendatan dirincikan sebagai berikut Pendapatan Asli Daerah (PAD) target Rp690,4 miliar terealiasi Rp655,7 miliar atau 94,98 persen, kemudian pendapatan tranfer target Rp8,388 triliun terealiasi Rp7,123 triliun capaian 84,92 persen, Lain lain pendapatan sah Rp10,037 miliar terealisasi Rp7,730 miliar capaian 77,02 persen, Total pendapatan Rp9,88 triliun terealisasi Rp7,787 triliun dengan capaian 85,68 persen.
Kemudian pada belanja daerah, disebutkan belanja operasi target Rp 6,575 triliun realiasi Rp 5,796 triliun atau 88,15 persen. Belanja modal target Rp 4,313 triliun terrealiasi Rp 3,512 triliun atau capaian 81,46 persen, belanja tidak terdugaRp 21,326 miliar, belanja tranfer target Rp 878,665 miliar terrealiasi Rp881,070 miliar atau capaian 100,27 persen. Total belanja daerah target Rp 11,789 triliun terealiasi Rp 10,191 triliun atau capaian 86,45 pesren.
Pada sisi pembiayaan daerah disampaikan bahwa penerimaan pembiayaan target Rp 2,806 triliun terealiasi Rp2,806 triliun atau capaian 100 persen, Silpa tahun sebelumnya Rp 2,806 triliun terealiasi 2,806 triliun atau capaian 100 persen, pengeluaraan pembiayaan Rp 105,874 miliar terealiasi Rp 105,874 miliar atau capaian 100 persen, penyertaan modal Rp 105,874 miliar terealiasi Rp 105,874 miliar atau 100 persen.
Pada indikator makro pembangunan Kabupaten Kutai Kartanegara indeks pembangunan capain 2022 capai 75,31 persen, kemudian ditahun 2023 mencapai 95,95 persen. Dengan sasaran startegi visi-misi Bupati-Wakil Bupati Kutai Kartanegara yakni meningkatnya kinerja penyelenggaraan pemerintah daerah, meningkatnya akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah, kualitas pelayanan publik, kualitas layanan pendidikan, ketahanan pangan dan pelestarian budaya.
Kemudian meningkatnya kualitas layanan kesehatan masyarakat, meningkatnya peran serta perempuan dalam pembangunan, meningkatnya pemerataan pendapatan masyarakat dan kualitas hidup, menurunnya pengangguran di masyarakat, meningkatnya pengelolaan pertanian berbasiswa potensi unggulan daerah, berkembangnya ekosistem ekonomi kreatif,meningkatnya daya saing investasi daerah, meningkatnya kualitas permukiman masyarakat dan ketersediaan air bersih, meningkatnya aksebilitas dan konektivitas wilayah, meningkatnya kualitas lingkungan hidup, meningkatnya ketahanan bencana daerah.(adv)

















