KUKAR: Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Sunggono, melakukan evaluasi terhadap kerjasama antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar dengan Universitas Hasanuddin (UNHAS) Makassar terkait penyediaan tenaga kesehatan, khususnya dokter spesialis.
Sunggono menyampaikan bahwa pada Jumat (8/11/24) lalu, ia mereview dan mengevaluasi kerjasama yang telah berlangsung, terutama untuk memastikan kebutuhan tenaga medis di Kukar dapat terpenuhi melalui pendidikan yang terarah.
“Dari hasil pertemuan saya dengan pihak Fakultas Kedokteran UNHAS, mereka sangat mengapresiasi program kita yang unik, yang tidak dilakukan di daerah lain. Kami melakukan pendekatan kerjasama pra-kuliah, di mana kami meminta kuota untuk calon dokter spesialis yang bisa disekolahkan berdasarkan kebutuhan daerah,” ujar Sunggono pada Minggu (10/11/24).
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa penentuan jumlah dokter spesialis yang dibiayai pendidikan lanjutannya kini didasarkan pada kebutuhan daerah, bukan keinginan individu dokter. Selain itu, Pemkab juga menawarkan dukungan pembiayaan bagi mahasiswa kedokteran spesialis yang tengah berkuliah mandiri dan membutuhkan bantuan hingga kelulusan.
Pemkab juga akan mengajukan program pembiayaan kepada Kementerian Kesehatan, sebagai upaya tambahan untuk memenuhi kebutuhan tenaga medis, terutama dengan persiapan pengoperasian Rumah Sakit Muara Badak pada Juli tahun depan. Dengan adanya rumah sakit baru, Kukar memerlukan tenaga spesialis untuk memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM).
“Alhamdulillah, dua perguruan tinggi, UGM dan UNHAS, memberikan respon positif terhadap inisiatif ini. Kami diminta segera menyusun draft kerjasama untuk ditawarkan kepada calon dokter spesialis. Program ini diharapkan menjadi daya tarik tersendiri bagi tenaga kesehatan yang akan ditempatkan di Kukar,” pungkas Sunggono. (adv/dk)

















