Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BALIKPAPAN

Sebagai Penyangga IKN, Balikpapan Jadi Magnet Investasi

168
×

Sebagai Penyangga IKN, Balikpapan Jadi Magnet Investasi

Share this article
41e88327 6209 4cf0 bd53 90ff25e13e28
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Balikpapan, Hasbullah Helmi. (Foto: Sulastri/Dutakaltimnews.com)
Example 468x60

BALIKPAPAN: Meski sisa waktu tahun 2025 tinggal beberapa minggu, realisasi investasi di Kota Balikpapan belum dapat dinilai secara final. Pemerintah kota menegaskan bahwa capaian investasi akan diketahui secara pasti pada awal tahun 2026, seiring dengan mekanisme pelaporan triwulanan.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Balikpapan, Hasbullah Helmi, mengatakan hingga saat ini realisasi investasi baru tercatat sebesar Rp19 triliun dari target Rp22 triliun tahun 2025.

“Angka itu masih berjalan. Bukan berarti setiap bulan data langsung keluar. Untuk realisasi akhir, nanti baru bisa kita lihat di bulan Januari,” jelas Hasbullah, pada hari Selasa, 16 Desember 2025.

Ia menjelaskan, laporan terakhir yang masuk merupakan data triwulan ketiga pada September lalu. Dengan demikian, aktivitas investasi pada triwulan keempat belum seluruhnya terakumulasi dalam laporan resmi.

Kondisi ini, menurut Hasbullah, serupa dengan tahun sebelumnya. Pada 2024 lalu, Balikpapan justru berhasil melampaui target investasi secara signifikan. Dari target Rp20 triliun, realisasi investasi mencapai Rp25 triliun.

“Kalau melihat tren tahun lalu, capaian akhirnya cukup tinggi. Karena itu kami tetap optimistis target tahun ini bisa dikejar,” ujarnya.

Sebagai kota penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN), Balikpapan dinilai masih menjadi magnet investasi. Namun, Hasbullah mengaku belum dapat memastikan apakah target investasi tahun 2026 akan mengalami kenaikan.

“Target tahun depan belum bisa kami sampaikan sekarang karena baru akan dirilis sekitar bulan April. Yang jelas, target kita tahun ini naik dibanding 2024, dari Rp20 triliun menjadi Rp22 triliun,” katanya.

Sementara itu, sektor investasi yang masih menunjukkan potensi terbesar di Balikpapan hingga saat ini berasal dari industri pengolahan bahan kimia, khususnya Crude Palm Oil (CPO).

Hasbullah menegaskan, pemerintah daerah terus berupaya menjaga iklim investasi agar tetap kondusif, terutama di tengah dinamika ekonomi dan peran strategis Balikpapan sebagai wilayah pendukung utama pembangunan IKN.(las)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *