KUKAR : Dalam upaya mewujudkan generasi yang beriman, berakhlak mulia, mandiri, serta peduli lingkungan, SDN 019 Tenggarong terus menggalakkan program pendidikan berbasis karakter.
Kepala Sekolah SDN 019 Tenggarong, Syalawati, mengatakan bahwa visi sekolah diarahkan pada penguatan iman dan takwa, kegiatan ekstrakurikuler, serta pelestarian budaya lokal.
“Visi kami adalah membentuk siswa yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, kreatif, mandiri, dan peduli lingkungan. Karena itu, kegiatan keagamaan menjadi prioritas utama. Di sekolah, kami rutin melaksanakan salat dhuha, salat zuhur berjamaah, serta pembelajaran tilawati,” jelas Syalawati.
Selain kegiatan rutin, siswa juga aktif mengikuti lomba keagamaan. Pada 2025, siswa SDN 019 berhasil meraih penghargaan dalam lomba tartil dan tilawah di tingkat SMPIT. “Alhamdulillah, prestasi di bidang keagamaan terus kami dorong karena ini bagian dari pembentukan karakter sejak dini,” tambahnya.
Tidak hanya di bidang agama, sekolah ini juga menekankan pengembangan kegiatan ekstrakurikuler pramuka. Menurut Syalawati, pramuka menjadi salah satu wadah penting dalam membentuk karakter patriotik sesuai nilai Pancasila dan UUD 1945.
“Kami sudah memiliki kartu pramuka untuk siswa dan guru. Melalui pramuka, anak-anak dibentuk menjadi generasi yang disiplin, mandiri, dan cinta tanah air,” ujarnya.
Di samping itu, SDN 019 juga aktif melestarikan budaya lokal, salah satunya tari Kutai. Tahun 2025, sekolah ini mencatat prestasi membanggakan pada Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N). Siswa SDN 019 berhasil meraih juara I tingkat kecamatan, juara I tingkat kabupaten, serta juara II tingkat provinsi. Prestasi ini diraih berkat kerja sama sekolah dengan Yayasan Bebaya sebagai mitra pembina tari Kutai.
“Kerja sama dengan yayasan ini menjadi bentuk komitmen kami dalam mengembalikan anggaran sekolah untuk pengembangan siswa. Alhamdulillah hasilnya cukup membanggakan. Bahkan di tahun 2024, siswa kami juga pernah juara dalam lomba seni tradisi Tarsul,” ungkapnya.
Di bidang olahraga, siswa SDN 019 Tenggarong juga tidak kalah berprestasi. Mereka pernah meraih penghargaan di cabang panjat tebing dan judo. Guru olahraga di sekolah bahkan turut terlibat sebagai pelatih sekaligus panitia kegiatan olahraga tersebut.

Saat ini, SDN 019 Tenggarong memiliki lebih dari 100 siswa dari kelas I hingga kelas VI, dengan tenaga pendidik sebanyak 9 orang guru. Dari jumlah tersebut, empat orang sudah berstatus PNS, sementara lainnya merupakan guru honorer dengan sebagian telah menerima sertifikasi dan insentif. Sekolah juga memiliki tenaga pustakawan, staf tata usaha, dan operator sekolah.
“Alhamdulillah, meski jumlah guru terbatas, kebutuhan tenaga pendidik di sekolah kami relatif tercukupi. Semua berjalan baik berkat kerja sama antara guru, staf, dan orang tua murid,” pungkas Syalawati.
Dengan dukungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar serta sinergi seluruh pihak, SDN 019 Tenggarong optimistis dapat terus mengembangkan potensi siswa. Baik melalui pendidikan agama, penguatan karakter, pelestarian budaya, maupun prestasi di bidang olahraga. (Adv/and)

















