Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BALIKPAPAN

Sasar Sekolah, Inspektorat Perkuat Pendidikan Sejak Dini dan Pencegahan Hadapi Korupsi

133
×

Sasar Sekolah, Inspektorat Perkuat Pendidikan Sejak Dini dan Pencegahan Hadapi Korupsi

Share this article
Inspektur Kota Balikpapan, Silvia Rahmadina. (Foto: Sulastri/Dutakaltimnews.com)
Inspektur Kota Balikpapan, Silvia Rahmadina. (Foto: Sulastri/Dutakaltimnews.com)
Example 468x60

BALIKPAPAN:  Pemerintah Kota Balikpapan melalui Inspektorat resmi mencanangkan 24 sekolah rintisan berintegritas sebagai langkah memperkuat pendidikan antikorupsi sejak dini. Langkah ini menjadi bagian dari strategi Tri Sula Antikorupsi yang digencarkan pemerintah, yakni pendidikan, pencegahan, dan penindakan.

Inspektur Kota Balikpapan, Silvia Rahmadina, menyebutkan bahwa dua sektor utama yang menjadi fokus daerah adalah pendidikan antikorupsi dan pencegahan, karena memiliki peran besar dalam membentuk generasi berintegritas.

“Porsi kami adalah bagaimana memperkuat dua sula, yaitu pendidikan sejak dini dan pencegahan. Tahun ini kami fokus membangun sekolah-sekolah berintegritas,” ujarnya, Selasa, 9 Desember 2025.

Sebanyak 24 sekolah yang ditetapkan sebagai rintisan akan menjalani proses pembinaan, pendampingan, dan evaluasi selama satu tahun penuh sebelum dinyatakan sebagai Sekolah Berintegritas.

Silvia menjelaskan bahwa sekolah berintegritas bukan hanya soal pembelajaran, tetapi juga menyangkut tata kelola yang transparan, akuntabel, dan efektif. “Sekolah berintegritas ini mencakup tata kelola yang baik, efisien, dan mendukung pendidikan menuju generasi emas 2045,” katanya.

Langkah lain yang ditempuh Inspektorat adalah penggunaan modul pembelajaran antikorupsi sebagai panduan resmi di sekolah. Modul tersebut disusun sesuai amanah KPK, kemudian disesuaikan dengan tingkat pendidikan.

Pada tingkat SD kelas 1–3, misalnya, siswa akan dikenalkan pada nilai-nilai dasar integritas seperti jujur, tepat waktu, disiplin, dan tanggung jawab.

“Ada sembilan nilai integritas yang kita kenalkan dalam modul tersebut. Gurunya sudah kami latih, sekolahnya disiapkan, dan modulnya menjadi panduan. Sementara ini baru 24 sekolah yang menerapkan,” ujar Silvia.

Silvia juga menyoroti salah satu kendala di sekolah, yaitu

Saat ditanya terkait kendala pengelolaan keuangan baik dari APBD maupun dana BOS, Silvia menyoroti salah satu kendala di sekolah, yaitu banyak guru yang harus merangkap sebagai tenaga pendidik dan pengelola anggaran, sehingga membutuhkan penguatan kemampuan administrasi dan manajerial.

“Teman-teman guru ini bukan hanya mengajar, tetapi juga mengelola keuangan sekolah. Itu yang perlu penyesuaian dan peningkatan kapasitas,” jelasnya.

Berbeda dengan tahun sebelumnya yang menitikberatkan pada pencegahan korupsi, peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) tahun 2025 di Balikpapan difokuskan pada sektor pendidikan. Langkah ini dinilai penting untuk menanamkan nilai integritas sejak usia dini agar memiliki dampak jangka panjang.

“Tahun ini memang kami lebih fokus pada penguatan pendidikannya. Pendidikan antikorupsi adalah investasi moral bagi masa depan,” tutup Silvia.(las)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *