Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BALIKPAPAN

Lestarikan Budaya, Balikpapan Gelar Pekan Kebudayaan Daerah 2025 Selama Tiga Hari

171
×

Lestarikan Budaya, Balikpapan Gelar Pekan Kebudayaan Daerah 2025 Selama Tiga Hari

Share this article
Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, saat membuka secara resmi PKD Kota Balikpapan 2025, pada hari Senin Malam, 8 Desember 2025, di BSCC)/Dome.(Foto:Sulastri/Dutakaltimnews.com)
Example 468x60

BALIKPAPAN: Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan kembali menegaskan komitmennya dalam merawat dan melestarikan nilai-nilai budaya lokal. Hal ini disampaikan Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, saat membuka secara resmi Pekan Kebudayaan Daerah (PKD) Kota Balikpapan 2025, pada hari Senin Malam, 8 Desember 2025, di Balikpapan Sport and Convention Center (BSCC)/Dome.

Kegiatan ini sebuah agenda tahunan yang menjadi ruang interaksi budaya, sekaligus wahana edukasi bagi masyarakat.

Bagus mengawali kegiatan dengan mengajak seluruh hadirin mendoakan masyarakat yang tengah sakit serta menyampaikan belasungkawa, atas bencana banjir yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia.

“Atas nama masyarakat Kota Balikpapan, saya menyampaikan rasa duka cita yang mendalam. Semoga kondisi segera pulih dan kita dapat mengambil pelajaran dari peristiwa ini,” ujarnya.

Bagus menegaskan bahwa PKD bukan hanya perayaan seni, tetapi merupakan strategi pemerintah untuk memperkuat identitas daerah melalui pendidikan budaya.

Menurutnya, kebudayaan merupakan kekayaan bangsa sekaligus wujud peradaban yang harus diwariskan kepada generasi berikutnya. “PKD adalah sarana edukasi, penguatan identitas, dan bentuk fasilitasi pemerintah bagi para pelaku seni dan budaya. Kebudayaan adalah penghargaan terhadap perjuangan para pahlawan dan manifestasi cinta tanah air,” tegasnya.

Ia menambahkan, bila dikelola konsisten dan berkelanjutan, kebudayaan lokal dapat menjadi motor penggerak ekonomi kreatif dan pariwisata daerah.

Salah satu yang membuat PKD tahun ini istimewa adalah besarnya keterlibatan generasi muda, mulai dari pelajar, komunitas seni, hingga paguyuban etnis. “Di tengah derasnya arus budaya asing, generasi muda yang memahami perannya sebagai pewaris budaya adalah simbol kuatnya jati diri bangsa,” ujar Bagus.

Ia berharap antusiasme generasi muda dalam mengikuti PKD dapat menjadi fondasi pelestarian budaya Balikpapan di masa mendatang.

Sementara itu, Ketua Panitia PKD 2025 yang juga Kepala Bidang Kebudayaan, Drs. Eko Prasetyo, menyampaikan bahwa PKD tahun ini akan berlangsung selama tiga hari, melibatkan sanggar seni, komunitas budaya, paguyuban etnis, pelajar, UMKM kerajinan dan kuliner.

Rangkaian acara meliputi pawai budaya, pagelaran seni tradisional, pameran kerajinan, dialog budaya, serta lomba kreativitas. “PKD kami harapkan menjadi momentum memperkuat kebersamaan, memperluas kolaborasi, dan meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap budaya lokal,” ujar Eko.

Bagus kembali menegaskan bahwa perkembangan Kota Balikpapan harus selalu dibarengi dengan pelestarian budaya. “Budaya adalah akar yang memperkuat karakter masyarakat. Pembangunan tidak boleh membuat kita kehilangan jati diri,” katanya.

Menutup acara, Bagus menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat, mulai dari jajaran pemerintah, OPD, sponsor, pelaku budaya hingga panitia yang bekerja keras mensukseskan kegiatan.

Penyelenggaraan PKD 2025, Balikpapan berharap budaya bukan hanya dilestarikan, tetapi juga menjadi kekuatan yang menggerakkan kreativitas, persatuan, dan kebanggaan masyarakat kota.(las)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *