Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BALIKPAPAN

Rumah Maggot Balikpapan Kota Bangun Ekonomi Sirkular Berbasis Warga

147
×

Rumah Maggot Balikpapan Kota Bangun Ekonomi Sirkular Berbasis Warga

Share this article
WhatsApp Image 2026 02 11 at 16.33.48
Camat Balikpapan Kota, Rosin Suparlan. (Foto: Sulastri/Dutakaltimnews.com)
Example 468x60

BALIKPAPAN: Di saat persoalan sampah kota kian kompleks dan kapasitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) semakin terbatas, warga Kelurahan Kota, Kecamatan Balikpapan Kota justru menghadirkan solusi berbasis ekonomi sirkular.

Melalui rumah maggot yang dikelola secara swadaya, sampah rumah tangga kini tak lagi sekadar limbah, melainkan sumber nilai ekonomi baru.

Rumah maggot tersebut awalnya dibangun oleh Kelompok Masyarakat (Pokmas) Maggot Jaya Badi dan kini dikelola oleh Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Sukses Kelurahan Kota. Konsepnya sederhana namun berdampak besar, mengubah sampah organik menjadi pakan maggot bernilai jual, sekaligus memilah sampah anorganik untuk didaur ulang atau dijual kembali.

Camat Balikpapan Kota, Rosin Suparlan, menjelaskan bahwa pendekatan ini bukan hanya soal kebersihan lingkungan, tetapi juga membangun kemandirian ekonomi warga.
“Rumah maggot ini mengolah sampah organik yang sebelumnya dibuang ke TPA. Sampah tersebut dimanfaatkan sebagai pakan maggot, sedangkan sampah anorganik dikumpulkan dan dijual. Jadi semuanya punya nilai,” ujarnya, pada hari Rabu, 11 Februari 2026.

Menurut Rosin, sistem pengelolaan ini dirancang agar berkelanjutan. Hasil penjualan maggot yang banyak diminati sebagai pakan ternak dan ikan serta penjualan sampah anorganik digunakan untuk membiayai operasional sekaligus menambah pendapatan anggota kelompok.

“Yang tadinya sampah tidak bernilai, sekarang bisa menjadi sumber penghasilan. Ini bentuk nyata pemberdayaan masyarakat melalui pengelolaan lingkungan,” katanya.

Model ini menciptakan siklus ekonomi lokal sampah rumah tangga dikumpulkan, diolah oleh warga, lalu hasilnya kembali ke masyarakat dalam bentuk produk produktif. Selain mengurangi volume sampah yang masuk ke TPA, inisiatif ini juga membuka peluang usaha baru berbasis lingkungan.

Sebagai bentuk dukungan, Pemerintah Kota Balikpapan melalui kecamatan menyalurkan hibah kendaraan roda dua kepada sejumlah KSM, termasuk KSM Korantum. Masing-masing kelompok menerima dua unit sepeda motor, dengan total 10 unit kendaraan yang diserahkan untuk menunjang operasional pengangkutan sampah dan aktivitas rumah maggot.

Rosin menegaskan, program ini sejalan dengan komitmen Pemkot Balikpapan dalam menekan beban TPA serta mendorong partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah.
“Melalui kecamatan, kami hadir membantu masyarakat mengolah sampah sekaligus meningkatkan kesejahteraan. Lingkungan terjaga, ekonomi warga pun bergerak,” ujarnya.

Ke depan, model rumah maggot ini diharapkan dapat direplikasi di kelurahan lain. Jika diperluas secara sistematis, pendekatan berbasis komunitas ini berpotensi menjadi fondasi ekonomi hijau skala kota, membuktikan bahwa solusi persoalan lingkungan tidak selalu harus mahal, tetapi cukup dimulai dari kemauan warga untuk bergerak bersama.(las)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *