BALIKPAPAN: Menyambut Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah, Bank Indonesia (BI) Balikpapan memastikan kebutuhan uang tunai masyarakat tetap terpenuhi. Melalui program Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri (SERAMBI) 2026, BI menyiapkan Uang Layak Edar (ULE) sebesar Rp2 triliun untuk wilayah Balikpapan, Penajam Paser Utara (PPU), dan Paser.
Kepala Perwakilan BI Balikpapan, Robi Ariadi, mengatakan jumlah tersebut meningkat 11 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebesar Rp1,8 triliun. Kenaikan ini sejalan dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi di tiga wilayah kerja tersebut.
“Bank Indonesia terus memastikan ketersediaan uang rupiah yang memadai, aman, dan berkualitas untuk mendukung kelancaran transaksi masyarakat, khususnya menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional,” ujarnya, Jumat, 20 Februari 2026.
Tahun ini, BI mengoptimalkan penggunaan aplikasi Penukaran dan Tarik Uang Rupiah (PINTAR) guna meningkatkan kenyamanan layanan. Melalui aplikasi tersebut, masyarakat dapat memesan penukaran uang secara daring sehingga antrean dan kepadatan di lokasi penukaran dapat ditekan.
Penggunaan PINTAR juga diterapkan pada loket perbankan untuk memastikan distribusi rupiah lebih merata dan efisien. Pendaftaran layanan kas keliling melalui aplikasi ini akan dibuka mulai 13 Maret 2026 melalui laman pintar.bi.go.id.
Program SERAMBI 2026 menghadirkan layanan penukaran di 213 titik yang tersebar melalui jaringan perbankan, Pegadaian, dan Perbarindo. Sebanyak 26.620 paket penukaran telah disiapkan untuk masyarakat.
Periode penukaran dibagi dalam dua tahap, yakni Tahap I: 18–27 Februari 2026; Tahap II: 1–15 Maret 2026. Pembukaan SERAMBI 2026 ditandai dengan pelepasan mobil kas keliling BI dan perbankan yang akan beroperasi di sejumlah lokasi strategis di Balikpapan, PPU, dan Paser.
Selain penyediaan uang tunai, BI juga terus mendorong penggunaan transaksi non-tunai melalui mobile banking, internet banking, dan QRIS. Upaya ini dinilai penting untuk memperkuat sistem pembayaran yang aman dan efisien di era digital.
Dalam momentum Ramadan, BI turut menggaungkan kampanye Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah. Masyarakat diajak mengenali keaslian uang melalui metode 3D (Dilihat, Diraba, Diterawang) serta merawat uang dengan prinsip 5J yaitu Jangan dilipat, dicoret, diremas, distapler, atau dibasahi.
“Rupiah bukan hanya alat pembayaran yang sah, tetapi simbol kedaulatan bangsa. Mari kita rawat dan gunakan secara bijak,” tegas Robi.
Melalui SERAMBI 2026, BI Balikpapan menegaskan komitmennya menjaga stabilitas sistem pembayaran sekaligus memastikan kebutuhan uang masyarakat terpenuhi selama Ramadan dan Idulfitri.(las)

















