BALIKPAPAN: Menjelang bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, pengelola Masjid Madinatul Iman Balikpapan Islamic Center (BIC) melakukan pembenahan menyeluruh. Tak sekadar rutinitas tahunan, persiapan kali ini diarahkan untuk menghadirkan pengalaman ibadah yang lebih nyaman, tertib, dan inklusif bagi ribuan jamaah yang diperkirakan memadati masjid kebanggaan warga Kota Minyak tersebut.
Ketua Masjid Madinatul Iman BIC, M. Yusri Ramli, mengatakan pembenahan dilakukan sebagai tindak lanjut arahan Wali Kota Balikpapan, H. Rahmad Mas’ud selaku Ketua Umum agar pengelolaan masjid semakin profesional dan mampu menjadi pusat kemakmuran umat.
“Kami sudah beberapa kali menggelar pertemuan bersama pengurus harian, UPT, dan para ketua RT di sekitar masjid. Karena BIC berada di Kelurahan Gunung Bahagia dengan 59 RT, seluruhnya kami undang untuk bersilaturahmi sekaligus menyerap aspirasi,” ujarnya, Jumat (20/2/2026).
Dari dialog bersama masyarakat, pengurus memetakan sejumlah prioritas, terutama pada aspek sarana dan prasarana. Salah satu yang menjadi perhatian adalah sistem tata suara. Pengurus bahkan menghadirkan tenaga ahli untuk melakukan audit teknis terhadap perangkat sound system.
Hasilnya, sebagian besar perangkat masih dapat dimaksimalkan tanpa perlu pengadaan baru. Langkah ini diambil sebagai bentuk efisiensi anggaran, tanpa mengurangi kualitas layanan ibadah.
“Kami optimalkan yang sudah ada. Tidak semua harus diganti baru. Tapi evaluasi tetap berjalan dan kami terbuka terhadap masukan jamaah,” jelas Yusri.
Lonjakan jamaah saat tarawih dan salat subuh menjadi perhatian khusus. Pengurus memastikan ketersediaan air bersih, tempat wudu, dan toilet dalam kondisi prima.
Selain itu, penerangan area dalam dan luar masjid turut dievaluasi. Sejumlah lampu di bagian dalam telah diganti, sementara untuk pelataran dan area parkir masih dilakukan pengecekan instalasi listrik guna memastikan tidak ada titik gelap yang berpotensi mengganggu keamanan. “Kami ingin jamaah merasa aman dan nyaman, terutama saat malam hari. Area parkir dan halaman harus terang,” tegasnya.
Ramadan tahun ini, BIC mengusung tema Harmoni Ramadan. Tema tersebut diharapkan menjadi semangat kebersamaan antara pengurus dan jamaah, sekaligus memperkuat peran masjid sebagai pusat ibadah, silaturahmi, dan pelayanan umat.
Bagi pengelola, Ramadan bukan hanya momentum peningkatan ibadah personal, tetapi juga kesempatan mempererat solidaritas sosial dan membangun ruang ibadah yang ramah bagi semua kalangan.
“Ramadan adalah tentang kebersamaan. Kami ingin menghadirkan pelayanan terbaik agar jamaah bisa beribadah dengan tenang dan khusyuk,” tutup Yusri.(las)

















