Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
KUTAI KARTANEGARA

Resah Dengan Jalan Rusak, Warga Loa Kulu Kota Iuran dan Gotong Royong

288
×

Resah Dengan Jalan Rusak, Warga Loa Kulu Kota Iuran dan Gotong Royong

Share this article
Suasana Masyarakat Gotong Royong Bahu-Membahu Memperbaiki Jalan Yang Rusak. (Dok. Kepala Desa Loa Kulu Kota, Mohamad Rizali)  
Suasana Masyarakat Gotong Royong Bahu-Membahu Memperbaiki Jalan Yang Rusak. (Dok. Kepala Desa Loa Kulu Kota, Mohamad Rizali)  
Example 468x60

KUKAR: Kondisi jalan berlubang di Desa Loa Kulu Kota mendorong warga untuk turun tangan dan bahu-membahu untuk melakukan perbaikan secara swadaya. Jalan yang kerap dikeluhkan karena banyak lubang tersebut dinilai membahayakan pengguna, terutama saat hujan.

Kepala Desa Loa Kulu Kota, Mohamad Rizali menjelaskan, inisiatif gotong royong berasal dari Ketua RT 12 setelah banyaknya laporan masyarakat terkait kondisi jalan yang rusak.

“Biasanya masyarakat menyampaikan keluhan ke RT dan kepala desa. Dari situ kami tindak lanjuti dengan rembuk di tingkat RT, apakah memungkinkan dilakukan gotong royong,” ujarnya saat di hubungi, (7/4/2026).

Dalam musyawarah tersebut, warga sepakat untuk melakukan perbaikan secara swadaya. Namun, pemerintah desa memberikan catatan penting bahwa jalan tersebut berstatus jalan nasional atau provinsi, sehingga perbaikan tidak boleh mengubah struktur utama.

“Awalnya warga ingin mengupas aspal dan menggali, tapi kami tidak izinkan. Perbaikan hanya sebatas penambalan di bagian atas agar tidak melanggar aturan,” jelasnya.

Perbaikan dilakukan dengan sistem iuran terbuka yang diumumkan melalui media sosial RT. Warga menyumbang dalam berbagai bentuk, mulai dari material, tenaga, hingga uang tunai.

“Kalau material cukup banyak, seperti semen sekitar sepuluh sak, dan tenaga juga dominan. Untuk dana tunai keseluruhan dari dua kali gotong royong, baik uang maupun barang, totalnya mencapai Rp10.010.000,” terangnya.

Dana tersebut digunakan untuk kebutuhan perbaikan di lapangan, termasuk pembelian material tambahan serta pemasangan tanda peringatan bagi pengguna jalan. Sementara itu, konsumsi selama kegiatan disiapkan oleh ibu-ibu PKK bersama Ketua RT.

Kondisi jalan yang rusak sendiri disebabkan oleh badan jalan yang menurun, ditambah sistem drainase yang tidak berfungsi optimal. Gorong-gorong yang ada tertutup endapan sehingga air tidak mengalir dengan baik.

“Kalau hujan deras, air dari atas tidak punya saluran, akhirnya melimpas ke jalan dan merusak aspal,” ungkapnya.

Gotong royong perbaikan jalan telah dilaksanakan selama dua kali, masing-masing pada hari Minggu, dan kini kondisi jalan sudah membaik. Ke depan, warga bersama pemerintah desa berencana membenahi gorong-gorong agar kerusakan tidak kembali terulang.

Pemerintah desa juga telah melaporkan kondisi tersebut kepada instansi terkait, termasuk kerusakan gorong-gorong di depan kantor desa.

“Alhamdulillah sudah direspons pihak balai. Mereka menyampaikan terima kasih karena ada laporan langsung dari desa, dan memang keterbatasan mereka adalah luasnya wilayah yang harus ditangani,” katanya.

Ia berharap masyarakat terus proaktif melaporkan kerusakan jalan disertai dokumentasi agar penanganan bisa lebih cepat dilakukan. Di sisi lain, warga juga diimbau tidak hanya menunggu pemerintah.

“Kalau bisa dikerjakan lebih awal secara swadaya, lakukan dulu. Ini demi keselamatan kita bersama. Setelah itu baru pemerintah menindaklanjuti secara permanen,” pungkasnya. (*van)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *