KUKAR: Persiapan kontingen Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII Kalimantan Timur 2026 di Kabupaten Paser terus dimatangkan.
Hal tersebut dibahas dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi DPRD Kukar bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kukar, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kukar, cabang olahraga (cabor), Inspektorat, serta Bagian Hukum Setkab Kukar, Senin (21/9/2026).
Ketua Komisi IV DPRD Kukar, Andi Faisal, mengatakan secara umum kesiapan kontingen Kukar sudah berjalan dan dukungan anggaran untuk pelaksanaan Porprov di Paser tidak menjadi persoalan.
Dalam RDP ini dibahas sejumlah kebutuhan kontingen, mulai dari akomodasi, transportasi, perlengkapan atlet, pakaian defile hingga uang saku atlet.
“Secara prinsip aman. Anggaran untuk Porprov di Paser tidak ada masalah. Kebutuhan atlet, peralatan, keberangkatan, akomodasi, termasuk uang saku sudah kita bahas,” kata Andi Faisal.
Namun, DPRD Kukar bersama KONI dan perwakilan cabor memberikan perhatian khusus terhadap pencairan uang saku atlet. Mereka berharap dana tersebut sudah masuk ke rekening masing-masing atlet sebelum keberangkatan.
“Harapannya H-3 sebelum berangkat, uang itu sudah masuk ke rekening atlet. Ini juga menjadi penyemangat bagi mereka untuk bertanding di Porprov Paser,” ujarnya.
Andi menyebut jumlah kontingen Kukar yang akan diberangkatkan diperkirakan mencapai 1.600 hingga 1.700 orang, termasuk atlet, pelatih, dan ofisial. Sebanyak 64 cabor disebut telah terakomodasi dalam persiapan keberangkatan.
Selain itu, kebutuhan akomodasi juga telah dipersiapkan. Sejumlah hotel telah dipesan untuk menampung kontingen selama pelaksanaan Porprov.
“Semua cabor terakomodasi dan dibiayai oleh pemerintah daerah. Transportasi, hotel, uang saku, perlengkapan dan pakaian defile juga dipersiapkan,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua KONI Kukar, Khairil Anwar, mengatakan salah satu tantangan dalam persiapan kali ini adalah tidak adanya pemusatan latihan atau training center (TC). Para atlet menjalani latihan secara mandiri di masing-masing cabor.
Karena itu, KONI berharap pencairan uang saku dapat dilakukan sebelum kontingen bertolak ke Paser.
“Rata-rata latihan mandiri karena TC tidak ada. Kami berharap bersama DPRD, paling tidak H-1 atau H-3 sebelum keberangkatan, uang sudah masuk ke rekening para atlet,” kata Khairil.
Menurutnya, pencairan lebih awal juga penting agar administrasi dapat tertib dan para atlet dapat lebih fokus menghadapi pertandingan.
Khairil juga mengingatkan setiap cabor agar memperhatikan tata kelola dan pertanggungjawaban penggunaan anggaran selama pelaksanaan Porprov.
Di sisi lain, Kepala Dispora Kukar, Aji Ali Husni, memastikan pihaknya telah menyampaikan seluruh persiapan kepada DPRD maupun masing-masing cabor.
Persiapan tersebut meliputi administrasi, keberangkatan, akomodasi, transportasi hingga pola pengelolaan kebutuhan kontingen selama berada di Paser.
Untuk transportasi perjalanan dari Tenggarong menuju Paser dan sebaliknya, Dispora menyerahkan pengelolaannya kepada masing-masing cabor.
Menurut Aji, keputusan tersebut diambil karena setiap cabor memiliki jadwal keberangkatan dan pertandingan yang berbeda.
“Mereka lebih memahami kapan harus berangkat dan bagaimana mengatur kondisi fisik selama perjalanan. Kalau dikelola pihak ketiga, tentu ada target waktu. Karena itu, transportasi kami serahkan kepada masing-masing cabor agar lebih fleksibel,” jelasnya.
Hal serupa diterapkan untuk kebutuhan makan dan minum selama berada di Paser. Pengelolaannya disesuaikan dengan jadwal pertandingan masing-masing atlet.
Dengan pola tersebut, Dispora berharap kebutuhan kontingen dapat lebih fleksibel dan menyesuaikan agenda masing-masing cabor selama Porprov VIII Kaltim 2026.
Pemerintah Kabupaten Kukar bersama DPRD dan KONI pun memastikan persiapan kontingen terus dikawal hingga keberangkatan dan pelaksanaan pertandingan di Kabupaten Paser. (and)

















