KUKAR: Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kutai Kartanegara (Kukar) menggelar Rapat Koordinasi Kabupaten (Rakorkab) Tahun 2026 dengan tema “Menuju Prestasi Gemilang Porprov VIII 2026, Etam Rakat Kukar Jago”. Kegiatan ini berlangsung di Gedung Serbaguna DPRD Kukar, Sabtu (27/12/2025).
Ketua KONI Kukar, Chairil Anwar, dalam sambutannya menyampaikan Rakorkab menjadi momentum penting untuk menyatukan persepsi dan strategi seluruh cabang olahraga dalam menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII Kalimantan Timur 2026, meski dihadapkan pada berbagai keterbatasan, khususnya anggaran.
“Pada pagi hari ini kita menyatukan tekad bahwa tahun 2026, bagaimanapun tantangannya, kita tetap berusaha memberangkatkan atlet-atlet kita semaksimal mungkin. Kita akui keterbatasan anggaran dan biaya, tapi saya yakin semangat tidak boleh surut,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kondisi keterbatasan anggaran tidak hanya dialami Kukar, tetapi juga hampir seluruh daerah di Indonesia. Namun demikian, pihaknya tetap optimistis ada peluang penambahan anggaran seiring kemungkinan meningkatnya penerimaan negara dan transfer ke daerah pada pertengahan 2026.
“Kalau Juni-Juli nanti ada perubahan penerimaan negara, otomatis dana transfer ke daerah seperti dana bagi hasil bisa kembali muncul. Insyaallah kita akan berupaya meminta tambahan anggaran,” katanya.
Chairil juga mengungkapkan bahwa KONI Kukar sebelumnya mengusulkan anggaran sekitar Rp109 miliar untuk persiapan Porprov VIII 2026, yang telah mencakup kebutuhan atlet dan cabang olahraga. Namun, berdasarkan informasi yang diterima, anggaran yang tersedia saat ini baru sekitar seperempat dari usulan tersebut.
“Kami memahami kondisi pemerintah daerah saat ini. Ini bukan hasil nol, tapi memang situasinya belum memungkinkan untuk memenuhi seluruh kebutuhan,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Kepemudaan dan Kewirausahaan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kukar, Derry Wardhana, menyampaikan Rakorkab menjadi forum strategis untuk memetakan kesiapan sumber daya dan pembiayaan olahraga Kukar ke depan.
“Alhamdulillah hari ini Rakorkab KONI dapat terselenggara. Ini menjadi ajang merapatkan kembali strategi keolahragaan dan event olahraga yang akan dilaksanakan di tahun 2026,” ujarnya.
Derry menjelaskan, pada tahun anggaran 2026 Dispora Kukar hanya mampu mengalokasikan dana sekitar Rp8–10 miliar untuk mendukung keikutsertaan Kukar pada Porprov VIII 2026, termasuk pengadaan peralatan pertandingan bagi cabang olahraga.
“Memang usulan dari KONI hampir Rp100 miliar, tapi yang bisa kami alokasikan sekitar Rp10 miliar. Itu pun sebagian besar untuk pengadaan peralatan tanding. Jelas ini belum cukup, tapi kami minta cabang olahraga melakukan pemetaan ulang kebutuhan,” jelasnya.
Ia menambahkan, beberapa cabang olahraga sebelumnya telah memiliki peralatan secara mandiri, sehingga anggaran yang tersedia diharapkan dapat difokuskan untuk melengkapi kebutuhan yang benar-benar mendesak dan berdampak langsung pada peningkatan prestasi.
“Harapan kami, dari Rakorkab ini lahir rumusan strategi dan kesiapan seluruh cabang olahraga prestasi di Kukar, agar target masuk tiga besar pada Porprov VIII 2026 bisa tercapai,” tutupnya. (*van)

















