Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
ADVERTORIALKUTAI KARTANEGARA

Proyek Jembatan Tenggarong Dimulai, Pemancangan Tiang Sudah Capai Delapan Titik

271
×

Proyek Jembatan Tenggarong Dimulai, Pemancangan Tiang Sudah Capai Delapan Titik

Share this article
ff920623 f227 40ae b39a f5036ac3b2c2
Kegiatan Pemancangan Tiang Jembatan Tenggarong
Example 468x60

KUKAR : Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) resmi memulai pekerjaan fisik pembangunan Jembatan Tenggarong. Proyek strategis ini kini memasuki tahap awal berupa pemancangan tiang, yang telah mencapai delapan titik di sisi Kartini hingga akhir Mei 2025.

24374675 5f41 4a8e a2cd b74992fd5ef0
Kepala Bidang Bina Marga DPU Kukar, Linda Juniarti

Kepala Bidang Bina Marga DPU Kukar, Linda Juniarti, menjelaskan bahwa pekerjaan Jembatan Tenggarong dikerjakan dalam sistem kontrak satu tahun anggaran dan ditargetkan rampung pada akhir 2025. Hingga minggu ke-16 pelaksanaan, progres fisik tercatat telah mencapai sekitar 5,8 persen.

“Pemancangan sudah dimulai, saat ini delapan titik telah selesai dipancang di sisi Kartini. Tes PDA (Pile Driving Analyzer) juga telah dilakukan untuk menguji daya dukung tiang pancang,” kata Linda kepada Dutakaltimnews.com Kamis (5/6/2025).

Ia menambahkan bahwa proses awal ini menemui beberapa hambatan, terutama karena pasang surut sungai dan terbatasnya jumlah alat berat yang tersedia di lapangan.

Saat ini hanya satu alat pancang yang digunakan, sehingga setiap kali material tiba melalui sungai, pekerjaan pemancangan harus dihentikan sementara untuk proses penurunan material. Hal ini memperlambat laju pekerjaan, terutama di tengah kondisi sungai yang tidak menentu. Kadang air naik di pagi hari, kadang sore, membuat jadwal kerja tidak stabil.

Jembatan Tenggarong memiliki dua sisi abutment, yaitu sisi Kartini dan sisi Panjaitan. Untuk mempercepat proses, DPU Kukar berencana menambah satu alat pancang di sisi Panjaitan agar pekerjaan bisa berjalan dari dua arah sekaligus. Namun, rencana ini masih menunggu izin resmi dari Balai Wilayah Sungai (BWS), mengingat lokasi proyek berada di bawah kewenangan mereka.

“Kami sudah input data dan melengkapi syarat administrasi melalui sistem OSS. Sebenarnya izin lisan sudah disetujui oleh pihak BWS, tinggal menunggu surat resmi keluar agar alat kedua bisa mulai bekerja di sisi Panjaitan,” jelas Linda.

Ia memastikan bahwa DPU Kukar sudah bertemu langsung dengan pihak BWS dan memperoleh dukungan penuh selama prosedur administrasi dipenuhi.
Untuk saat ini, pekerjaan di sisi Kartini belum mempengaruhi arus lalu lintas. Lokasi pekerjaan berada di tepi sungai, sehingga tidak menutup badan jalan.

Pengaturan lalu lintas hanya dilakukan dengan bantuan flagman, dan penyempitan jalur hanya terjadi saat alat berat bermanuver.

Linda juga mengungkapkan bahwa seharusnya pekerjaan proyek ini sudah dimulai sejak Februari 2025. Namun sempat tertunda karena terkendala pembongkaran area distribusi yang tidak mendapat izin. Hal ini membuat waktu pelaksanaan semakin terbatas, sehingga strategi pengerjaan dua sisi sekaligus menjadi penting untuk mengejar target selesai pada Desember 2025.

Total anggaran pembangunan Jembatan Tenggarong mencapai Rp58 miliar. Dana ini mencakup biaya konstruksi utama, pengawasan, administrasi proyek, hingga koordinasi teknis ke luar daerah. Rangka baja jembatan sendiri diproduksi di luar Kukar, tepatnya di Bekasi, dan akan diperiksa langsung oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) guna memastikan kesesuaiannya dengan spesifikasi teknis.

“Pekerjaan ini kami laksanakan seefisien mungkin meski banyak kendala teknis. Harapannya, dengan kerja dua sisi dan tambahan alat, target selesai akhir tahun bisa tercapai,” tutup Linda. (Adv/dk)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *