KUKAR: Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU) terus menggenjot penataan kawasan tepian Sungai Tenggarong. Tahun ini, DPU Kukar akan membangun taman tematik di sepanjang sempadan sungai sebagai bagian dari upaya revitalisasi lingkungan, pengendalian banjir, dan penyediaan ruang terbuka hijau.

Sekretaris DPU Kukar, Rudi Suryadinata, menjelaskan bahwa taman tematik akan menjadi bagian dari tiga kegiatan besar yang sedang dilaksanakan di kawasan tersebut. Ketiga kegiatan tersebut meliputi pengerukan sungai untuk penanganan banjir, pembangunan turap, serta pembangunan taman dan area publik.
“Lokasi kegiatan berada di kawasan Sungai Tenggarong. Saat ini proses pemancangan spun pile sudah berjalan, dan dalam waktu dekat akan dilanjutkan dengan pemasangan sheet pile untuk mendukung pembangunan turap dan taman,” kata Senin (2/6/2025).
Namun, menurut Rudi, kegiatan pengerukan sungai yang bertujuan mengurangi genangan di wilayah kota masih menghadapi kendala pasang air.
“Pengerukan harus menunggu kondisi air surut. Tapi sejauh ini, ketersediaan material aman dan dua hari terakhir genangan sudah mulai surut dari jalan-jalan utama, tinggal beberapa permukiman yang masih terdampak,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) DPU Kukar, Awang Agus Sabandi, menerangkan bahwa pekerjaan pembangunan turap sungai berada di bawah tanggung jawab bidang SDA. Tahun ini pihaknya menargetkan pembangunan turap sepanjang 500 meter yang membentang dari kawasan Jembatan Bongkok hingga ke arah Mengkuraja.
“Kami berharap pekerjaan bisa tuntas hingga ke wilayah Mengkuraja. Namun memang ada kendala, terutama adanya bangunan milik warga yang berdiri di sepanjang pinggir sungai. Kami berharap relokasi bisa dilakukan, meskipun hal itu menjadi ranah instansi lain,” kata Awang.
Selain membangun turap, proyek ini juga akan dilengkapi dengan pembangunan pedestrian dan taman-taman kecil yang berfungsi sebagai tempat rekreasi warga. Desain kawasan meniru penataan tepi sungai di Samarinda yang telah terbukti sukses memberikan manfaat sosial dan estetika bagi masyarakat.
“Kami ingin menciptakan area yang bisa dinikmati publik, tempat warga bisa berjalan kaki sambil menikmati suasana sungai. Beberapa titik akan dilengkapi taman dan tempat duduk untuk beristirahat,” tambahnya.
Fokus pengerjaan saat ini berada di sepanjang Jalan Kartini, terutama di lahan yang sudah bebas dari klaim atau bangunan. Menurut Awang, pekerjaan pemancangan sudah dimulai dua minggu lalu dan berjalan cukup lancar.
“Target kami adalah menyelesaikan pekerjaan sesuai jadwal, yakni pada 2 November 2025. Karena pekerjaan dilakukan di darat, pengaruh cuaca dan pasang-surut sungai tidak terlalu menghambat progres,” jelasnya.
Terkait kolaborasi, Awang menyebut sejauh ini belum ada tambahan kerja sama dengan pihak luar. Namun ia menegaskan DPU Kukar terbuka terhadap kolaborasi yang bisa mempercepat penyelesaian atau meningkatkan kualitas hasil proyek.
“Revitalisasi kawasan sungai ini diharapkan menjadi ikon baru Kota Tenggarong, yang tidak hanya memperkuat sistem pengendalian banjir, tetapi juga memperindah wajah kota dan memberikan ruang publik yang layak dan nyaman bagi masyarakat.” pungkasnya (Adv/dk)

















