KUKAR : Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara (Kukar) terus menuai hasil positif. Salah satunya terlihat di SMP Negeri 2 Kota Bangun, di mana ratusan siswa merasakan langsung manfaat program ini.
Kepala Sekolah SMPN 2 Kota Bangun, Samsul Bahari, mengungkapkan bahwa program tersebut mulai berjalan sejak Agustus lalu dan hingga kini tidak menemui kendala berarti. Menurutnya, pelaksanaan di lapangan berjalan sesuai prosedur, baik dari sisi administrasi maupun teknis distribusi makanan.
“Alhamdulillah sampai sekarang tidak ada kendala. Penyalurnya berasal dari Kota Bangun dengan Surat Pertanggungjawaban (SPJ) yang lengkap. Jumlah sekolah penerima sudah ditentukan melalui SK, dan untuk wilayah Kota Bangun sendiri ada lebih dari 3.000 siswa yang menerima program ini. Di sekolah kami, penerima berjumlah sekitar 350 siswa,” jelas Samsul Senin (29/9/2025).
Ia menambahkan, anak-anak menyambut gembira kehadiran program MBG. Setiap hari, menu makanan tersaji dengan baik dan sesuai jadwal. Makanan tiba di sekolah sekitar pukul 10.00, kemudian dibagikan setelah istirahat kedua dengan pengawasan guru serta wali kelas.
“Anak-anak sangat antusias. Mereka menyantap makanan bersama-sama sehingga suasana lebih tertib dan terkontrol. Bahkan ada siswa yang menyisakan sedikit untuk dimakan kembali saat pulang sekolah sekitar pukul 14.00,” ujar Samsul.
Selain kualitas makanan, tata tertib pelaksanaan juga menjadi perhatian. Semua perlengkapan makan harus dikembalikan dalam kondisi lengkap sesuai aturan yang berlaku. Hal ini dinilai mampu menumbuhkan sikap disiplin dan rasa tanggung jawab siswa.
Samsul berharap program MBG dapat terus dipertahankan di masa mendatang. Menurutnya, selain membantu kebutuhan gizi anak-anak, program ini juga meringankan beban orang tua dalam menyiapkan bekal harian.
“Manfaatnya sangat besar, baik bagi anak-anak maupun orang tua. Kami berharap program ini terus berlanjut,” ungkapnya.
Program MBG merupakan salah satu upaya Pemkab Kukar melalui Disdikbud dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak dini. Dengan gizi yang tercukupi, diharapkan siswa dapat lebih bersemangat dalam belajar serta tumbuh menjadi generasi yang sehat dan berprestasi. (Adv/and)

















