Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
HeadlineKUTAI KARTANEGARA

Populasi Pesut Mahakam Bertambah Enam Ekor, Upaya Konservasi di Kukar Mulai Tunjukkan Hasil

323
×

Populasi Pesut Mahakam Bertambah Enam Ekor, Upaya Konservasi di Kukar Mulai Tunjukkan Hasil

Share this article
Pesut Mahakam. (Dok. Instagram Yayasan Rasi)
Pesut Mahakam. (Dok. Instagram Yayasan Rasi)
Example 468x60

KUKAR : Tren positif mulai terlihat dalam upaya penyelamatan Pesut Mahakam di perairan Sungai Mahakam, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur.

Setelah sempat berada di angka kritis, populasi mamalia endemik tersebut kini bertambah enam ekor hingga akhir 2025, dari sebelumnya 60 menjadi 66 ekor.

Kenaikan jumlah ini menjadi kabar baik di tengah status pesut yang masih tergolong terancam punah. Selama bertahun-tahun, keberadaan pesut Mahakam terus mengalami tekanan akibat degradasi habitat dan tingginya aktivitas manusia di sepanjang aliran sungai.

Konservasionis dari Yayasan Konservasi RASI, Daniela Kreb, mengatakan penambahan populasi tersebut merupakan hasil kerja bersama berbagai pihak.

Ia menegaskan bahwa langkah preventif dan pengawasan intensif menjadi kunci dalam menjaga kelangsungan hidup pesut.

“Dalam satu tahun terakhir hingga akhir 2025 bertambah enam ekor. Jadi, totalnya tercatat sebanyak 66 ekor,” ujarnya, Senin (16/2/2026).

Menurut Daniela, sejumlah ancaman masih membayangi habitat pesut, di antaranya lalu lintas kapal pengangkut batu bara, aktivitas penangkapan ikan, serta kegiatan masyarakat di bantaran Sungai Mahakam. Interaksi yang tidak terkendali berpotensi mengganggu pola hidup dan ruang jelajah pesut.

Karena itu, observasi rutin terhadap habitat terus dilakukan, termasuk pemetaan wilayah jelajah dan identifikasi titik-titik rawan. Selain itu, edukasi kepada masyarakat pesisir sungai juga digencarkan guna meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga ekosistem.

“Kami menghadirkan yayasan ini untuk menyelamatkan hewan yang terancam punah ini” ucapnya.

Pemerintah daerah bersama komunitas dan relawan lingkungan turut berperan dalam memperkuat regulasi serta mendorong praktik aktivitas sungai yang lebih ramah terhadap satwa liar.

Kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi fondasi penting dalam menjaga tren pertumbuhan populasi.

Meski jumlahnya meningkat, angka 66 ekor masih tergolong sangat rentan. Para pemerhati lingkungan berharap tren positif ini dapat dipertahankan melalui komitmen jangka panjang, sehingga pesut Mahakam tetap lestari dan tidak hanya menjadi simbol, tetapi benar-benar hidup dan berkembang di habitat aslinya. (*van)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *