Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
KUTAI KARTANEGARA

Peralatan Tua Jadi Kendala, Planetarium Jagad Raya Tenggarong Tutup Sementara

253
×

Peralatan Tua Jadi Kendala, Planetarium Jagad Raya Tenggarong Tutup Sementara

Share this article
Planetarium Jagad Raya-Rumah Alam Semesta Tenggarong. (Irvan/dutakaltimnews.com)
Planetarium Jagad Raya-Rumah Alam Semesta Tenggarong. (Irvan/dutakaltimnews.com)
Example 468x60

KUKAR: Dinas Pariwisata Kutai Kartanegara (Dispar Kukar) menutup sementara operasional Planetarium Jagad Raya-Rumah Alam Semesta Tenggarong, sejak 26 Desember 2025. Penutupan tersebut dilakukan akibat kendala teknis pada peralatan utama planetarium, sementara waktu pembukaan kembali belum dapat dipastikan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Kukar, Arianto, menjelaskan bahwa sebagian besar peralatan planetarium sudah berusia cukup tua dan seluruhnya merupakan perangkat impor, sehingga menyulitkan proses perawatan dan pemeliharaan.

“Peralatan planetarium kita ini sudah cukup lama dan semuanya dari luar negeri. Untuk perawatannya memang tidak mudah, apalagi kalau ingin hasil yang benar-benar maksimal, biayanya sangat mahal,” ujar Arianto, Selasa (6/1/2026)

Ia menyebutkan, penggunaan peralatan secara intensif, khususnya pada musim libur, berpotensi menimbulkan gangguan teknis. Aktivitas operasional yang berlangsung hampir setiap hari membuat sejumlah perangkat tidak lagi bekerja secara optimal.

“Kalau musim libur kan dipakai terus setiap hari. Saat peralatan dipaksakan bekerja maksimal, itu bisa menimbulkan trouble. Ada beberapa peralatan yang memang sudah kurang support,” jelasnya.

Akibat kondisi tersebut, pihaknya mengalami kendala teknis berupa terhentinya fungsi peralatan, sehingga diputuskan untuk menutup sementara Planetarium Jagad Raya Tenggarong guna dilakukan perbaikan.

“Kemarin itu peralatan kita sempat terhenti karena kendala teknis. Maka kita tutup sementara sambil dilakukan perbaikan. Kalau sudah benar-benar baik, baru kita buka kembali,” katanya.

Terkait rencana pembukaan kembali, Arianto menyampaikan hal tersebut sangat bergantung pada proses perbaikan yang saat ini tengah berjalan. Dispar Kukar juga berupaya melakukan inovasi dengan memanfaatkan teknisi lokal serta mencari alternatif peralatan yang lebih mendukung.

“Kita mencoba berinovasi, bagaimana menghubungkan peralatan lama yang semuanya dari luar dengan rekomendasi peralatan yang bisa support. Tapi itu perlu ketelitian dan kehati-hatian, karena penggunaannya juga tidak bisa maksimal,” ungkapnya.

Meski belum dapat memastikan kapan planetarium akan kembali dibuka untuk umum, Arianto berharap proses perbaikan dapat segera diselesaikan.

“Kita belum bisa menyebutkan target waktunya, tapi mudah-mudahan secepat mungkin bisa kita perbaiki. Kalau sudah siap dan aman, tentu akan kita operasikan kembali,” pungkasnya. (*van)

 

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *