Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
DISKOMINFO KUKARHeadlineKUTAI KARTANEGARA

Pemerintah Desa Segihan Fokus Kembangkan Pertanian, Alokasikan Dana Desa Rp600 Juta

458
×

Pemerintah Desa Segihan Fokus Kembangkan Pertanian, Alokasikan Dana Desa Rp600 Juta

Share this article
Hendra
Example 468x60

KUKAR : Pemerintah Desa Segihan, Kecamatan Sebulu terus berkomitmen meningkatkan sektor pertanian sebagai prioritas utama pembangunan desa.

Kepala Desa Segihan, Hendra Wahyudi, menegaskan bahwa tahun ini pihaknya mengalokasikan sekitar Rp600 juta dari Dana Desa (DD) untuk mendukung berbagai program pertanian.

“Di wilayah kami, khususnya Desa Segihan, program utama yang kami prioritaskan adalah di bidang pertanian. Fokusnya meliputi budidaya padi, peternakan, dan perkebunan. Tahun ini, kami benar-benar ingin memperkuat sektor ini,” ujar Hendra Wahyudi, Senin (3/3/2025).

Selain pengembangan pertanian, infrastruktur pendukung juga menjadi perhatian. Menurut Hendra, pembangunan irigasi menjadi salah satu prioritas guna memastikan ketersediaan air bagi para petani. Meski secara umum infrastruktur jalan desa sudah terpenuhi, desa tetap berfokus pada pembangunan embung, jalan pertanian, dan drainase guna mendukung produktivitas petani.

Dorong Petani Milenial, Terapkan Konsep “Satu Rumah Satu Bioplog”Salah satu inovasi yang tengah dikembangkan di Desa Segihan adalah pemberdayaan petani milenial melalui sistem budidaya perikanan bioplog. Namun, konsep yang diterapkan berbeda, di mana pemerintah desa lebih mengedepankan pembentukan kelompok petani yang solid daripada sekadar jual beli hasil panen.

“Kami menugaskan para petani milenial untuk belajar dan memahami budidaya bioplog, mulai dari proses panen setiap 3–4 bulan hingga menangani kendala yang muncul. Seluruh biaya kami tanggung agar mereka bisa berkembang,” jelas Hendra.

Saat ini, program bioplog telah memasuki tahun kedua. Ke depan, para petani milenial diharapkan menjadi mentor bagi masyarakat melalui program “Satu Rumah Satu Bioplog”. Selain itu, desa juga menjalankan program pertanian buah-buahan, seperti jambu kristal, dengan konsep “Satu Rumah Satu Pohon” menggunakan polybag.

“Saat ini proyek percontohan sudah berjalan di satu RT. Target kami, seluruh 11 RT di desa dapat menerapkan program ini,” tambahnya.

Desa Segihan kini memiliki sekitar 12 petani milenial yang aktif dalam berbagai bidang pertanian dan peternakan. Pemerintah desa berharap mereka dapat menjadi narasumber lokal, sehingga warga tidak perlu mencari pendamping dari luar.

Dengan luas lahan sekitar 3.000 hektare, Desa Segihan juga menjalankan program ketahanan pangan melalui alokasi 20% Dana Desa untuk kebutuhan pembibitan, pupuk, dan sarana pertanian lainnya. Semua pengelolaan dilakukan melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), yang juga bertugas menampung hasil panen dan mengurus pemasarannya.

Saat ini, BUMDes Segihan telah berjalan dengan baik dan berkontribusi terhadap Pendapatan Asli Desa (PAD).

“Alhamdulillah, PAD dari BUMDes sudah mencapai sekitar Rp6 juta per tahun setelah dipotong biaya operasional,” ungkap Hendra.

Ke depan, pemerintah desa akan terus mengembangkan inovasi di sektor pertanian agar petani lokal semakin sejahtera dan mandiri. (adv/dk)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *