Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
ADVERTORIAL

Pembangunan Jalan Kenohan Menuju Kota Bangun Terus Dikebut, DPU Kukar Pastikan Tuntas Akhir 2025

422
×

Pembangunan Jalan Kenohan Menuju Kota Bangun Terus Dikebut, DPU Kukar Pastikan Tuntas Akhir 2025

Share this article
Pembangunan Jalan Poros Kota Bangun-Kenohan
Pembangunan Jalan Poros Kota Bangun-Kenohan
Example 468x60

KUKAR : Pembangunan infrastruktur jalan dari Kenohan menuju Kota Bangun, Kutai Kartanegara (Kukar), terus berjalan. Jalan yang berstatus jalan Kabupaten ini dibangun oleh Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kukar.

Kabid Bina Marga, DPU Kukar, Linda Juniarti menyebutkan bahwa pekerjaan perbaikan jalan di kawasan tersebut belum sepenuhnya tuntas, meskipun progres tahun ini menunjukkan capaian yang cukup signifikan.

“Tahun ini, kurang lebih lima kilometer jalan berhasil dikerjakan. Sebenarnya kami memiliki dua sumber pendanaan, salah satunya dari Dana Alokasi Khusus (DAK), namun dana tersebut tidak jadi cair. Nilainya sekitar Rp30 miliar,” ujar Linda, Kamis (5/6/2025).

Kabid Bina Marga, DPU Kukar, Linda Juniarti
Kabid Bina Marga, DPU Kukar, Linda Juniarti

Kondisi itu membuat DPU Kukar harus mengandalkan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) senilai sekitar Rp20 miliar. Meski DAK batal, Linda menegaskan bahwa pihaknya langsung mengusulkan agar anggaran tersebut dialihkan ke APBD, mengingat pentingnya ruas jalan ini sebagai satu-satunya akses yang menghubungkan tiga kecamatan di wilayah hulu Kukar.

Pekerjaan jalan pun dibagi menjadi dua paket. Paket pertama sebagai pengganti DAK tetap dengan nilai Rp30 miliar, sedangkan paket kedua menggunakan APBD murni sebesar Rp20 miliar.

“Kedua proyek itu sudah berjalan. Untuk proyek dari APBD murni, progresnya bahkan telah mencapai sekitar 70 persen di lapangan,” jelasnya.

Namun, Linda mengakui bahwa kerusakan jalan cukup dinamis. Beberapa ruas sempat tergenang air akibat banjir, sehingga panjang jalan yang rusak belum dihitung ulang.

“Biasanya kami lakukan survei ulang di akhir tahun. Di awal 2025, jalan yang tidak mantap masih sekitar 12 kilometer. Kalau baru dikerjakan 5 kilometer, berarti masih ada sekitar 7 kilometer lagi,” tambahnya.

Kondisi diperparah oleh genangan air yang lama surut, yang menyebabkan permukaan aspal terkelupas. Aspal tidak tahan lama terhadap genangan air. Sekitar 8 kilometer bahkan lebih, sempat tergenang. Banyak permukaan jalan yang rusak parah.

Linda berharap pembangunan jalan ini terus mendapatkan dukungan anggaran setiap tahun. Jalan Kenohan-Kota Bangun merupakan jalur vital untuk mobilitas masyarakat hulu. Bila akses ini terganggu, masyarakat harus kembali bergantung pada jalur sungai, yang tentu saja tidak seefisien transportasi darat.

Secara keseluruhan, progres pembangunan sudah mencapai 60 hingga 70 persen. Namun, masih ada bagian jalan yang belum selesai dilapisi dengan beton atau aspal.

“Dulu di tahun 2017, sepanjang 30 kilometer sudah dilapisi aspal agar lebih awet. Tapi tanpa perawatan rutin, aspal tetap akan cepat rusak, apalagi saat hujan deras,” kata Linda.

Kerusakan juga dipicu oleh kendaraan berat yang melebihi kapasitas beban. Jalan kabupaten dirancang hanya untuk 8 ton, namun banyak truk modifikasi yang melintas dengan beban lebih besar.

“Pengawasan bukan di tangan kami. Kami hanya membangun dan memelihara. Untuk muatan kendaraan, itu kewenangan OPD lain,” ujarnya.

Linda menegaskan bahwa perbaikan dan pemeliharaan jalan akan berjalan maksimal jika semua pihak ikut terlibat, baik dalam pendanaan maupun pengawasan.

“Kami sering terima laporan dari desa, tapi pengawasan di lapangan memang harus kolektif,” pungkasnya. (Adv/dk).

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *