KUKAR : Pembangunan Desa Jonggon Jaya, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, diarahkan untuk memperkuat sektor pertanian, infrastruktur, dan industri berbasis hasil bumi. Kepala Desa Jonggon Jaya, Muhammad Kholil, mengatakan pembangunan desa tidak hanya menyentuh infrastruktur dasar, tetapi juga diarahkan pada peningkatan produktivitas masyarakat melalui sektor pertanian dan perkebunan.
Menurut Kholil, sawah-sawah warga kini mulai diberikan akses melalui pembangunan badan jalan agar lebih mudah dijangkau. Selain itu, desa juga tengah mengembangkan pabrik kopi serta budidaya berbagai tanaman buah.
“Masyarakat berharap pemerintah melalui dinas terkait dapat membantu penyediaan bibit buah. Selain memberi nilai ekonomi, penghijauan berbasis produksi juga mampu menciptakan ekologi desa yang kondusif, harmonis, dan produktif, baik bagi manusia maupun lingkungan,” jelasnya Senin (11/8/2025).
Tanaman yang menjadi prioritas pengembangan antara lain durian dan keranggang. Sementara itu, untuk sektor infrastruktur, Desa Jonggon Jaya masih memiliki sekitar 150 meter jalan kabupaten dan 300 meter jalan poros yang belum terselesaikan. Beberapa ruas jalan juga terdampak longsor. Kondisi ini telah dilaporkan ke instansi terkait dan DPRD, mengingat jalan poros tersebut sangat vital bagi mobilitas masyarakat.
Pada 2024 lalu, sejumlah ruas jalan ambles akibat kondisi tanah yang labil. Saat kemarau, tanah pecah, sementara pada musim hujan tanah menyerap air berlebihan sehingga mengakibatkan longsor. Meski demikian, sebagian besar konstruksi jalan masih bertahan, kecuali di beberapa titik rawan seperti di Margahayu dan Jonggon. Pemerintah daerah bersama DPRD telah merespons cepat, termasuk pembangunan dua titik jalan di wilayah Jonggon Jaya yang langsung mendapat perhatian dari Bupati Kukar.
“Secara umum, hampir seluruh jalan lingkungan di tiap RT sudah dilakukan pengecoran. Masyarakat sangat berterima kasih kepada Bupati, Dinas PU, DPRD, Camat, serta seluruh pihak yang telah mendukung pembangunan ini. Dampaknya langsung dirasakan masyarakat, baik dalam aktivitas ekonomi, pendidikan, maupun kesehatan,” kata Kholil.
Selain infrastruktur, prioritas pembangunan desa juga menyasar pengembangan sektor perkebunan dan pertanian. Dari total sekitar 500 hektare sawah, masih ada 50 hektare yang belum digarap. Pemerintah desa terus mendorong masyarakat untuk menanam komoditas unggulan seperti jahe, kopi, dan buah-buahan.
Dengan adanya dukungan penuh dari pemerintah daerah serta hadirnya pabrik pengolahan dan mesin-mesin pertanian modern, Desa Jonggon Jaya diharapkan mampu meningkatkan produksi pertanian sekaligus membuka peluang industri baru.
“Hal ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kesejahteraan warga serta menjadikan desa lebih mandiri dan berdaya saing.” pungkasnya.(Adv/dk)

















