BALIKPAPAN: Upaya melestarikan budaya sekaligus membuka peluang ekonomi kreatif terus digencarkan di tingkat kelurahan. Sebanyak 37 warga Kelurahan Gunung Sari Ulu, yang terdiri dari pelaku kriya dan kader PKK, antusias mengikuti pelatihan Sulam Tumpar di Aula kelurahan, Rabu (24/9/2025).
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari usulan warga pada Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tahun lalu. Kehadirannya menjadi bukti komitmen pemerintah kelurahan dalam merespons aspirasi masyarakat.
Lurah Gunung Sari Ulu, Rendra Hermawan, menegaskan pelatihan ini bukan sekadar kegiatan pengisi waktu. “Kami berharap warga memiliki keterampilan baru yang bernilai, meningkatkan kreativitas, sekaligus ikut melestarikan budaya kita. Yang tak kalah penting, keterampilan ini bisa menjadi motor penggerak ekonomi keluarga,” ujarnya.

Dalam pelatihan yang dipandu instruktur berpengalaman tersebut, peserta tidak hanya mempelajari teknik dasar Sulam Tumpar, tetapi juga diajak berkreasi dengan desain baru yang relevan dengan tren pasar. Dengan demikian, keterampilan tradisional ini tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang menjadi produk yang bernilai ekonomi tinggi.
Sulam Tumpar sendiri dikenal sebagai seni sulam tradisional yang memiliki kerumitan sekaligus keindahan khas. Melalui pelatihan ini, diharapkan warga mampu menjadikannya peluang usaha, sekaligus memperkuat identitas budaya lokal di tengah gempuran produk modern.(las)

















