KUKAR: Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara (Kukar) terus berupaya memastikan bahwa anak-anak di Kukar mendapatkan fasilitas pendidikan yang memadai. Melalui Bidang PAUD dan PNF, Disdikbud Kukar memberikan dukungan berupa bantuan sarana dan prasarana (sapras) untuk sekolah-sekolah di daerah tersebut.
Kepala Bidang PAUD dan PNF Disdikbud Kukar, Pujianto, menyatakan bahwa prioritas utama adalah memberikan bantuan sapras kepada sekolah-sekolah PAUD negeri yang berada di bawah naungan Disdikbud.
“Setiap tahun, kami selalu memberikan bantuan untuk meningkatkan mutu pendidikan dengan melengkapi sarana dan prasarana yang ada,” ungkap Pujianto pada Selasa (27/8/24).
Ia menjelaskan bahwa sekolah-sekolah swasta juga menerima bantuan, namun berdasarkan Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Data Pokok Pendidikan (Dapodik).
“Kalau dari APBD, dasar pemberian bantuan adalah proposal dari satuan pendidikan. Jadi, pemenuhan sapras untuk sekolah negeri diutamakan, sedangkan swasta akan dibantu sesuai dengan jenis dan usulan yang diajukan,” tambahnya.
Bantuan yang diberikan oleh Disdikbud mencakup berbagai kebutuhan, mulai dari kursi, Alat Permainan Edukatif (APE), hingga bantuan untuk pembangunan gedung sekolah swasta. Bantuan DAK diberikan berdasarkan data Dapodik yang ditentukan oleh Kementerian.
Saat ini, terdapat 563 PAUD di Kukar, baik negeri maupun swasta. Pujianto menekankan bahwa semua PAUD memerlukan dukungan sarana dan prasarana karena kondisi yang ada saat ini masih memprihatinkan.
“Kondisi PAUD di Kukar memang sangat membutuhkan perhatian, terutama dalam memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang masih banyak kekurangannya,” jelasnya.
Ia juga menyoroti bahwa sekolah-sekolah swasta menghadapi tantangan yang cukup besar dalam hal pemenuhan sapras, karena banyak yang masih minim fasilitas. “Jika sarana dan prasarana tidak terpenuhi, maka rapor pendidikan mereka juga akan terus rendah,” ujarnya.
Pujianto berharap agar sarana dan prasarana PAUD di Kukar dapat sesuai dengan standar yang telah ditetapkan untuk jenjang pendidikan PAUD.
“Kami berusaha memenuhi sapras sesuai standar dan menyesuaikan dengan perkembangan teknologi dan kondisi yang ada,” tutupnya. (adv/dk1)

















