KUKAR: Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, Pemerintah Kecamatan Tenggarong mulai mematangkan persiapan pelaksanaan Pasar Ramadan. Tahun ini, Pasar Ramadan resmi dipindahkan ke kawasan Tangga Arung Square dengan menyiapkan sekitar 200 lapak, di mana 130 lapak di antaranya telah dipastikan akan diisi pedagang Pasar Ramadan Masjid Agung.
Camat Tenggarong, Sukono, menjelaskan bahwa pemindahan lokasi Pasar Ramadan tersebut merupakan tindak lanjut dari hasil rapat yang digelar pada awal Januari lalu, sesuai dengan arahan pimpinan daerah. Sebelumnya, Pasar Ramadan biasa digelar di sekitar depan Masjid Agung Sultan Aji Muhammad Sulaiman serta kawasan Museum Mulawarman (Kedaton).
“Berdasarkan hasil rapat dan arahan pimpinan, Pasar Ramadan yang sebelumnya di kawasan munumen dipindahkan ke Tangga Arung Square. Alhamdulillah, seluruh pedagang sepakat dengan pemindahan lokasi ini,” ujar Sukono, Selasa (4/2/2026).
Setelah dilakukan pengecekan lapangan, lokasi tersebut dinilai cukup dan masih memungkinkan penambahan lapak sesuai kebutuhan.
“Kita menyiapkan sekitar 200 lapak, di mana 130 lapak di antaranya telah dipastikan akan diisi pedagang Pasar Ramadan Masjid Agung”, jelasnya.
Terkait biaya sewa lapak, berdasarkan kesepakatan awal, tarif yang ditetapkan sebesar Rp1 juta per lapak dengan fasilitas satu unit tenda dan satu meja. Besaran tarif tersebut sama dengan tahun sebelumnya.
“Kalau sesuai hasil rapat, Rp1 juta per lapak dengan fasilitas tenda ukuran sekitar 3×4 atau 4×4 meter ditambah satu meja,” ungkapnya.
Melalui pemusatan Pasar Ramadan di Tangga Arung Square, Sukono berharap penataan pedagang dapat berjalan lebih tertib dan nyaman, sekaligus memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD), khususnya dari sektor parkir.
“Kami berharap dengan lokasi yang terpusat ini, masyarakat lebih mudah mencari takjil dan kebutuhan berbuka puasa. Cukup datang ke Tangga Arung Square, semuanya ada di satu tempat,” tutupnya. (*van)

















