KUKAR: Desa Kedang Murung di Kecamatan Kota Bangun memiliki potensi pariwisata menarik yang wajib dikunjungi, yaitu objek wisata Tanjung Sarai. Setiap tahun, Tanjung Sarai menjadi salah satu tujuan wisatawan dari berbagai daerah.
Pemerintah desa setempat terus mendukung pengembangan wisata ini untuk menarik lebih banyak wisatawan ke Danau Tanjung Sarai.
Sekretaris Desa Kedang Murung, Zainul Effendi, menyatakan bahwa objek wisata ini memiliki lahan seluas sekitar 3,6 hektare yang menawarkan pemandangan alam yang indah. Pengunjung dapat menjelajahi danau menggunakan perahu kembar.
Zainul menyebutkan saat ini diperlukan penambahan fasilitas pendukung, khususnya perahu kembar. Saat ini, wisata Tanjung Sarai baru memiliki tiga unit perahu. “Fasilitas ini dibutuhkan seiring banyaknya permintaan wisatawan yang ingin menikmati keindahan alam sambil berkeliling danau,” kata Zainul pada Jum’at (7/6/24).
Biaya masuk ke Wisata Tanjung Sarai dikenakan tarif parkir: Rp 5 ribu untuk roda dua dan Rp 10 ribu untuk roda empat. Tarif yang terjangkau ini menarik minat wisatawan dari Kutai Kartanegara, Samarinda, hingga Balikpapan. Salah satu tujuan utama pengunjung adalah berkeliling pulau-pulau sekitar Tanjung Sarai.
Zainul menambahkan bahwa satu perahu kembar hanya mampu menampung sepuluh orang untuk menjaga kestabilan perahu dan menghindari kondisi yang tidak diinginkan, seperti angin kencang di danau.
“Satu unit bisa diisi 10 orang untuk menghindari kondisi-kondisi yang tidak diinginkan,” sebutnya.
Semenatara Kabid Pengembangan Destinasi Pariwisata Dispar Kukar, Ridha Fatrianta, menyatakan bahwa objek wisata tersebut memang menjadi salah satu unggulan Desa Kedang Murung. Dispar Kukar terus mendukung desa yang aktif dalam mengembangkan pariwisata di daerahnya.
“Jika sudah berkembang dan aktif dalam mengembangkan pariwisata, kami siap mendukung baik itu dalam bentuk pelatihan dan bantuan sarana pendukung wisata seperti perahu dan peralatan lainnya. Kami berharap wisata ini terus berkembang dan dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat setempat,” pungkasnya (adv/dk1)

















