KUKAR : Pemerintah Kecamatan Muara Wis terus berupaya meningkatkan infrastruktur, terutama pembangunan jalan, yang menjadi prioritas utama tahun ini. Salah satu program yang akan direalisasikan adalah semenisasi jalan dengan alokasi anggaran sekitar Rp14 miliar.
Camat Muara Wis Fadhli Annur menjelaskan bahwa dari hasil musrenbang tahun ini dan sebelumnya, pembangunan jalan tetap menjadi prioritas utama. Beberapa ruas yang menjadi fokus antara lain jalan dari Kota Bangun ke Muara Wis, Sebamban ke Kuyung, dan jalan ke Melintang,
Saat ini, jalan dari Kota Bangun ke Muara Wis masih menyisakan sekitar 9 kilometer yang belum tersemenisasi, sementara di Sebamban ke Muara Wis hanya tersisa sekitar 500 meter yang belum selesai.
“Diharapkan, kegiatan semenisasi yang direncanakan tahun ini dapat menyelesaikan jalan yang masih dalam kondisi rusak, mengingat akses ini sangat penting bagi masyarakat.” ungkap Fadhli Kamis (6/3/2025).
Selain pembangunan jalan utama, pemerintah juga memperhatikan peningkatan jalan desa. Rencana pembangunan jalan dari Sebamban ke Kuyung telah masuk dalam program, namun estimasi pembiayaannya masih menunggu kepastian.
Di luar sektor infrastruktur, pemerintah juga berupaya memperkuat jaringan telekomunikasi, terutama di wilayah yang masih mengalami blank spot. Salah satu desa yang masih mengalami keterbatasan akses jaringan adalah Desa Muara Enggelam, serta beberapa titik di Desa Melintang dan Lebak Mantan. Diharapkan, ke depan jaringan internet dan telekomunikasi dapat lebih merata di seluruh wilayah.
Selain itu, sebagai daerah dengan mayoritas penduduk berprofesi sebagai nelayan, pemerintah juga mendorong adanya bantuan untuk masyarakat pesisir. Bantuan yang diharapkan mencakup alat tangkap ikan, perahu, mesin ces, serta keramba untuk budidaya ikan.
“Masyarakat nelayan masih sangat mengandalkan bantuan pemerintah, terutama untuk meningkatkan hasil tangkapan dan budidaya. Namun, banyak dari mereka lebih berharap mendapatkan bantuan secara perorangan, seperti perahu dan alat tangkap, daripada dalam bentuk kelompok,” jelasnya.
Pemerintah juga menyoroti perlunya edukasi kepada nelayan agar menggunakan alat tangkap yang lebih ramah lingkungan. Hal ini penting untuk menjaga kelestarian ikan di danau dan sungai, sehingga hasil tangkapan tetap berkelanjutan di masa mendatang.
“Dengan program-program yang direncanakan ini, diharapkan kesejahteraan masyarakat, baik dari segi infrastruktur maupun sektor perikanan, dapat terus meningkat.” tutupnya (adv/dk)

















