KUKAR : Pemerintah Desa Bukit Pariaman, Kecamatan Tenggarong Seberang terus berupaya mengembangkan potensi desa dengan konsep wisata edukasi berbasis pemberdayaan masyarakat.
Kepala Desa Bukit Pariaman, Sugeng Riadi, menyampaikan bahwa meskipun desa mereka jauh dari Pulau Jawa dalam hal pembangunan dan ekonomi, mereka tetap berkomitmen untuk menciptakan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Kami ingin membangun edukasi wisata yang tidak hanya memberikan hiburan, tetapi juga memberdayakan masyarakat kecil, khususnya pelaku UMKM,” ujar Sugeng.
Salah satu langkah yang sudah dilakukan adalah pemanfaatan lahan pekarangan yang sebelumnya tidak termanfaatkan secara maksimal. Lahan tersebut kini dikembangkan menjadi kawasan wisata edukasi outbound yang saat ini masih dalam tahap proses pengerjaan.
Sugeng berharap, melalui program ini, masyarakat Bukit Pariaman semakin sadar akan pentingnya lingkungan hidup dan memanfaatkan lahan secara produktif.
Selain wisata edukasi, Desa Bukit Pariaman juga memiliki program Proklim (Program Kampung Iklim) yang sudah digagas sejak 2016-2017, bahkan sebelum Sugeng menjabat sebagai kepala desa. Program ini didukung oleh berbagai perusahaan swasta, termasuk Tama Persadaran Nusantara, Jembayan Morabara (JMB), dan KMIA.
Salah satu proyek yang lahir dari program Proklim adalah Proklim Dusun Sukasari, di mana desa bermitra dengan perusahaan-perusahaan tersebut untuk meningkatkan kesadaran lingkungan di masyarakat.
Sugeng menambahkan bahwa meskipun wisata edukasi yang sedang dibangun menggunakan modal pribadi keluarganya, ia tetap berkomitmen untuk berbagi pendapatan dengan pengurus Proklim dengan skema 70-30. Sebanyak 30% pendapatan akan dikelola oleh pengurus untuk mengembangkan program serupa di wilayah lain.
Saat ini, proyek wisata edukasi ini sudah berjalan hampir satu bulan dan ditargetkan selesai dalam dua minggu ke depan, bergantung pada kondisi cuaca.
Saat ini, Bukit Pariaman belum memiliki wisata alam yang alami. Namun, pemerintah desa mulai menciptakan berbagai potensi wisata buatan, seperti embung yang dibangun oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU). Embung ini berlokasi di Dusun Suka Maju dan masih dalam proses pengerjaan. Rencananya, embung ini akan menjadi salah satu ikon wisata dan mendukung pemekaran desa di masa depan.
“Semoga wisata di Bukit Pariaman terus berkembang, baik dari sisi ekonomi, maupun kesejahteraan masyarakat.” pungkasnya (adv/dk)

















