Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
DISKOMINFO KUKAR

Muara Kaman Mantapkan Diri Jadi Lumbung Pangan dan Destinasi Wisata Sejarah di Era IKN

392
×

Muara Kaman Mantapkan Diri Jadi Lumbung Pangan dan Destinasi Wisata Sejarah di Era IKN

Share this article
Kawasan Pertanian di Kukar (and/dutakaltimnews.com)
Kawasan Pertanian di Kukar (and/dutakaltimnews.com)
Example 468x60

KUKAR : Kecamatan Muara Kaman terus menunjukkan komitmen kuat dalam memperkuat fondasi ekonomi berbasis potensi lokal. Camat Muara Kaman, Barliang, menegaskan bahwa sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan masih menjadi tumpuan utama perekonomian masyarakat. Namun, di sisi lain, pihaknya juga mulai melirik pariwisata sejarah sebagai sektor baru yang menjanjikan bagi pertumbuhan wilayah.

“Kalau kami di kecamatan, prioritas utama tetap infrastruktur, pertanian, perkebunan, dan perikanan. Potensi itu besar, hanya perlu penataan dan sentuhan agar hasilnya lebih maksimal,” ujar Barliang, Senin (20/10/2025).

Menurut Barliang, sejak masa kepemimpinan Bupati Kukar sebelumnya, berbagai program strategis di bidang pertanian sudah digulirkan di Muara Kaman. Salah satu yang paling berhasil adalah kawasan pertanian terintegrasi di Desa Cipari Makmur, yang kini menjadi contoh pengelolaan pertanian modern dan berkelanjutan.

“Sejak zaman Bupati Edi Damansyah, program pertanian sudah berjalan baik. Kawasan pertanian terintegrasi di Cipari Makmur menjadi bukti nyata keberhasilan petani kami meningkatkan hasil panen,” jelasnya.

Selain fokus pada sektor pangan, Barliang menyoroti pentingnya mengembangkan potensi wisata sejarah di Muara Kaman. Sebagai wilayah yang memiliki jejak peradaban tua diyakini sebagai salah satu pusat Kerajaan Kutai Muara Kaman menyimpan kekayaan budaya dan sejarah yang luar biasa.

“Muara Kaman punya peninggalan sejarah yang menjadi daya tarik wisatawan, bahkan sering didatangi tamu dari luar daerah seperti Bali. Hanya saja, potensi ini belum tergarap maksimal,” ungkapnya.

Ia berharap momentum pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) dapat menjadi katalis bagi pengembangan pariwisata sejarah di Muara Kaman. Dengan jarak yang relatif dekat dari kawasan IKN, ia optimistis Muara Kaman bisa menjadi destinasi edukatif dan budaya yang menarik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

“Kami optimis dengan hadirnya IKN, perhatian terhadap wisata sejarah di Muara Kaman akan semakin besar. Ini peluang yang harus kita manfaatkan dengan baik,” tegasnya.

Barliang menilai bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat sangat penting untuk mendorong dua sektor unggulan tersebut berkembang seimbang. Dengan penguatan di sektor pertanian dan pariwisata, Muara Kaman diharapkan mampu menjadi wilayah strategis penopang ekonomi dan budaya Kutai Kartanegara di era baru IKN.

“Kita ingin Muara Kaman bukan hanya dikenal sebagai sentra pertanian, tapi juga sebagai tempat lahirnya sejarah dan kebanggaan Kutai Kartanegara,” pungkasnya. (Adv/and)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *