Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
KUTAI KARTANEGARA

MTQ VII Muara Wis Hadiahkan 10 Sepeda Listrik, Syiar Islam Tetap Bergema di Tengah Keterbatasan Anggaran

284
×

MTQ VII Muara Wis Hadiahkan 10 Sepeda Listrik, Syiar Islam Tetap Bergema di Tengah Keterbatasan Anggaran

Share this article
10 Doorprize Motor Listrik Untuk Memeriahkan MTQ VII Muara Wis (Dok. Pemdes Melintang)
10 Doorprize Motor Listrik Untuk Memeriahkan MTQ VII Muara Wis (Dok. Pemdes Melintang)
Example 468x60

KUKAR: Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-VII Tingkat Kecamatan Muara Wis akan digelar pada 28–29 Juli 2026 di Desa Melintang, Kabupaten Kutai Kartanegara. Meski dihadapkan pada keterbatasan anggaran, pelaksanaan MTQ tahun ini tetap berlangsung dengan semangat syiar Islam dan dukungan masyarakat.

Sebagai bentuk apresiasi kepada warga yang ikut memeriahkan kegiatan, panitia menyiapkan doorprize berupa 10 unit sepeda listrik. Kupon undian akan dibagikan kepada masyarakat umum saat pembukaan MTQ.

Camat Muara Wis, Fadhli Annur menjelaskan, hadiah tersebut merupakan bantuan pribadi Kepala Desa Melintang. Bahkan, berdasarkan informasi yang diterima, bantuan itu berasal dari hasil penjualan ternak kerbau milik kepala desa sebagai bentuk dukungan agar masyarakat lebih antusias menghadiri MTQ.

“Doorprize ini bukan hanya untuk peserta, tetapi untuk seluruh masyarakat yang hadir memeriahkan pembukaan MTQ,” ujar Fadhli Kamis (23/7/2026).

Pelaksanaan MTQ akan dipusatkan di kawasan bekas danau yang saat ini mengering akibat musim kemarau, tepat di samping Jembatan TMMD di Desa Melintang.

Sebanyak enam desa akan mengirimkan kafilah terbaiknya, yakni Desa Muara Wis, Sebamban, Muara Enggelam, Lebak Mantan, Lebak Cilong, dan Desa Melintang sebagai tuan rumah. Sementara satu desa lainnya tidak berpartisipasi karena mayoritas penduduknya beragama non-Muslim.

Panitia mengakui kebijakan efisiensi anggaran berdampak pada penyelenggaraan MTQ tahun ini. Sejumlah cabang lomba tambahan terpaksa ditiadakan, sementara cabang yang menjadi bagian dari MTQ tingkat kabupaten, seperti tilawah dan kaligrafi, tetap dipertandingkan.

“Kami menyesuaikan dengan kemampuan anggaran. Yang menjadi cabang wajib tetap dilaksanakan, sedangkan beberapa lomba tambahan belum bisa digelar tahun ini,” jelasnya.

Hingga kini, panitia masih mengandalkan swadaya untuk memenuhi kebutuhan pelaksanaan MTQ. Estimasi anggaran kegiatan mencapai sekitar Rp50 juta, sementara setiap desa peserta menanggung sendiri biaya keberangkatan, konsumsi, dan kebutuhan kafilahnya.

Meski demikian, panitia optimistis MTQ tetap berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Seluruh desa diharapkan mengirimkan peserta asli dari wilayah masing-masing agar pembinaan generasi Qurani benar-benar tumbuh dari desa.

“Harapan kami, MTQ ini tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga menjadi motivasi untuk melahirkan generasi Qurani yang cinta Al-Qur’an dan mampu berprestasi hingga tingkat yang lebih tinggi,” tutupnya. (and)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *