KUKAR : Kerusakan jalan di Desa Batuah, Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), semakin memprihatinkan. Jalan poros nasional Samarinda-Balikpapan di kawasan Soekarno-Hatta Kilometer (KM) 28 mengalami amblas sejak 15 Mei lalu dan berdampak pada kerusakan sedikitnya 21 rumah warga di sekitarnya.
Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Kukar, Linda Juniarti, menyampaikan bahwa ruas jalan yang terdampak merupakan bagian dari jalan nasional. Oleh karena itu, penanganan teknis menjadi tanggung jawab Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN). Sejak awal longsor terjadi, pihak Kecamatan Loa Janan mewakili Pemkab Kukar telah mengirimkan surat resmi kepada Balai Jalan Nasional untuk meminta penanganan segera.
“Balai telah merespons dan tahun ini memang sudah ada alokasi penanganan. Namun intensitas hujan yang sangat tinggi membuat kondisi longsor memburuk. Bahkan longsoran kali ini lebih panjang dibandingkan sebelumnya, dan menyebabkan beberapa rumah warga rusak parah,” ungkap Linda Rabu (28/5/2025).

Dari informasi yang diterima Dinas PU, Balai telah mulai melakukan penanganan darurat menggunakan material seperti kayu galam untuk memperkuat struktur tanah. Foto-foto progres penanganan juga telah diterima pihak PU sebagai bukti bahwa langkah-langkah awal sudah dijalankan. Namun Linda menekankan bahwa semua kegiatan tetap harus mengikuti prosedur penggunaan dana APBN, sebagaimana jika kabupaten menggunakan APBD.
Pemerintah Kabupaten Kukar, melalui Bupati, juga telah mengirimkan surat resmi kepada pihak Balai Jalan Nasional untuk meminta percepatan penanganan.
“Memang sudah ada program tahun ini, tapi karena longsornya makin parah, skenario awal penanganannya harus diubah. Seperti di KM 28, misalnya, sempat ditimbun agregat dan diaspal, namun longsor kembali akibat hujan lebat,” tambahnya.
Untuk mendalami penyebab longsor, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kukar bekerja sama dengan Universitas Mulawarman (UNMUL) sedang menyusun rencana deteksi ilmiah. Kajian geoteknik akan dilakukan oleh tenaga ahli guna mengetahui akar masalah dan solusi jangka panjang. Upaya ini sekaligus sebagai dasar untuk rekomendasi konstruksi penanganan permanen.
Pemerintah daerah juga telah menggelar sejumlah rapat koordinasi lintas sektor, baik dengan DPRD, Bappeda, maupun kunjungan langsung ke lapangan bersama instansi terkait. Kepala Dinas PU Kukar, Kepala Bidang Bina Marga, hingga Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Kalimantan Timur, Bambang, turut mendampingi kunjungan ke Balai Jalan untuk memastikan percepatan tindak lanjut atas kondisi darurat ini.
“Kami sangat berharap sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat melalui Balai dapat menghasilkan solusi yang cepat dan tepat. Ini bukan hanya soal infrastruktur, tetapi menyangkut keselamatan dan kenyamanan warga,” ungkap Linda.
Dengan curah hujan yang masih tinggi, warga di sekitar lokasi longsor pun terus dihantui kekhawatiran. Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus mengawal proses penanganan agar masyarakat segera mendapat kepastian dan perlindungan dari risiko bencana yang lebih besar. (Adv/dk)

















