BALIKPAPAN: Suara deru mesin perahu berpadu dengan sorak warga di pesisir Kampung Baru Tengah menandai semaraknya Lomba Speed Boat Beruang Muda Cup ke-9 tahun 2025, pada hari Minggu, 2 November 2025, di Pelabuhan Speed Boat Kampung Baru.
Ajang tahunan ini tak hanya menjadi hiburan khas masyarakat pesisir, tetapi juga simbol berkembangnya wisata bahari berbasis komunitas di Kota Balikpapan.
Kegiatan yang diikuti 58 peserta dari Balikpapan, Penajam Paser Utara, dan Samarinda itu menjadi bukti kuatnya semangat masyarakat menjaga tradisi maritim. Namun, lebih dari itu, lomba ini kini mulai dilirik sebagai sport tourism potensial yang mampu menarik wisatawan dan menggerakkan ekonomi lokal.
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Balikpapan, Dr. C.I. Ratih Kusuma, menilai lomba speed boat merupakan salah satu bentuk pelestarian budaya pesisir yang bisa diangkat menjadi ikon wisata bahari Balikpapan.
“Ini bukan hanya perlombaan, tapi warisan semangat masyarakat pesisir. Kegiatan seperti ini bisa menjadi daya tarik wisata yang memperkuat citra Balikpapan sebagai kota maritim yang dinamis,” ujar Ratih, saat membuka kegiatan.
Ratih menambahkan, pemerintah berkomitmen mendukung kegiatan masyarakat yang bernilai ekonomi dan budaya. Ia menyebut, aktivitas seperti lomba speed boat, dapat dikembangkan menjadi agenda tahunan wisata bahari unggulan, yang melibatkan pelaku UMKM dan komunitas lokal.
Selama kegiatan berlangsung, pesisir Kampung Baru Tengah berubah menjadi pusat aktivitas ekonomi rakyat. Warga membuka lapak makanan, minuman, hingga suvenir khas pesisir.
Perputaran ekonomi pun meningkat signifikan. “Inilah contoh nyata ekonomi kerakyatan yang tumbuh dari masyarakat,” kata Ratih.
Selain aspek ekonomi dan hiburan, lomba ini juga mengandung nilai edukatif. Para peserta mendapat pembekalan mengenai keselamatan pelayaran, kedisiplinan, dan etika berkompetisi di laut.
Ratih menegaskan, kegiatan seperti ini juga menjadi sarana meningkatkan kesadaran warga, untuk menjaga kebersihan perairan dan kelestarian ekosistem pesisir. “Kita ingin kegiatan bahari ini tak hanya seru, tapi juga memberi pesan kuat untuk menjaga laut sebagai sumber kehidupan,” katanya.
Pemerintah Kota Balikpapan menilai, keberhasilan penyelenggaraan lomba ini dapat menjadi pijakan, untuk mengembangkan wisata bahari berbasis komunitas di kawasan pesisir barat kota.
Adanya dukungan masyarakat, potensi seperti ini bisa dikemas lebih profesional dan menarik wisatawan dari berbagai daerah. “Balikpapan punya potensi besar di sektor maritim. Lomba seperti ini bisa menjadi kalender tetap wisata bahari, selaras dengan visi kota nyaman dan berdaya saing global,” tutup Ratih.
Ketua Panitia, H. Jamaludin, juga menuturkan bahwa kegiatan ini bukan sekadar perlombaan, melainkan sarana mempererat silaturahmi antarpecinta olahraga air se-Kalimantan Timur.
“Peserta kami sebagian besar dari Balikpapan, tapi juga ada yang datang dari Penajam dan Samarinda. Lomba ini jadi ajang persaudaraan di atas air,” ujarnya(las)

















