Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
ADVERTORIALKUTAI KARTANEGARA

Lestarikan Adat Kutai, Disdikbud Kukar Segera Gelar Workshop Benamang di Kedang Ipil

595
×

Lestarikan Adat Kutai, Disdikbud Kukar Segera Gelar Workshop Benamang di Kedang Ipil

Share this article
Puji Utomo
Example 468x60

KUKAR: Dalam upaya melestarikan adat Kutai, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) akan menggelar Workshop Benamang di Desa Kedang Ipil, Kecamatan Kota Bangun Darat pada tanggal 11-13 Agustus 2024.

Seiring dengan perkembangan zaman, keberlanjutan adat kebudayaan Kutai semakin berkurang penerusnya. Oleh karena itu, dengan adanya workshop ini diharapkan akan muncul penerus yang dapat menjaga dan melestarikan adat istiadat, khususnya adat Erau yang telah menjadi tradisi di Kukar.

Kabid Kebudayaan Disdikbud Kukar, Puji Utomo, menyatakan bahwa kegiatan workshop Benamang di Kedang Ipil ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya adat tradisional setempat.

“Kami menganggap workshop ini perlu dilaksanakan karena budaya di Kedang Ipil, terutama tarian-tarian adat tradisional mereka, berkaitan dengan Erau. Dulu, yang memimpin upacara Belian adalah para dukun, tetapi saat ini sudah hampir tidak ada penerusnya. Maka dari itu, kami mengadakan workshop untuk regenerasi,” ujar Puji pada Kamis (8/8/24).

Puji juga menjelaskan bahwa generasi sekarang memiliki pandangan yang berbeda mengenai peran dukun dalam tradisi tersebut. Oleh karena itu, Disdikbud mengangkat konsep pengetahuan budaya tradisional untuk melatih masyarakat dalam menjaga kebudayaan Kedang Ipil yang telah berusia ratusan tahun, agar dapat diteruskan secara berkelanjutan.

Workshop ini akan melibatkan masyarakat yang berminat untuk melanjutkan tradisi Benamang. Biasanya, mereka yang terlibat adalah keturunan langsung dari pelaku tradisi tersebut, yang akan dilatih untuk mempertahankan tradisi ini.

“Kami hanya menyediakan fasilitasi untuk mengadakan workshop. Tradisi Belian memiliki bahasa dan ritual yang sifatnya turun-temurun, jadi tidak semua aspek dapat diajarkan secara umum. Kami tidak ingin mengganggu tradisi mereka, hanya membantu memastikan bahwa tradisi ini tetap lestari,” pungkasnya. (adv/dk1)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *