Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
KUTAI KARTANEGARA

Legenda Putri Karang Melenu Tetap Lestari, Museum Mulawarman Ajak Generasi Muda Kenali Sejarah Kutai

275
×

Legenda Putri Karang Melenu Tetap Lestari, Museum Mulawarman Ajak Generasi Muda Kenali Sejarah Kutai

Share this article
Museum Mulawarman Tenggarong (Istimewa)
Museum Mulawarman Tenggarong (Istimewa)
Example 468x60

KUKAR: Legenda Putri Karang Melenu hingga kini masih menjadi salah satu warisan budaya yang terus dijaga keberadaannya oleh masyarakat Kutai Kartanegara. Kisah yang dipercaya sebagai asal-usul lahirnya dinasti Kerajaan Kutai Kartanegara itu tidak hanya diwariskan secara lisan, tetapi juga terus diperkenalkan melalui berbagai kegiatan edukasi dan budaya.

Cerita rakyat tersebut mengisahkan seorang bayi perempuan jelmaan naga yang ditemukan dan dibesarkan oleh sepasang suami istri hingga tumbuh menjadi perempuan cantik, bijaksana, dan berbudi luhur. Dalam perjalanannya, Putri Karang Melenu kemudian dipersunting oleh Aji Batara Agung Dewa Sakti, raja pertama Kerajaan Kutai Kartanegara.

Plt Kepala UPTD Museum Negeri Mulawarman Provinsi Kalimantan Timur, Sugiyono Ideal, mengatakan legenda Putri Karang Melenu merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sejarah dan identitas masyarakat Kutai.

“Legenda Putri Karang Melenu bukan hanya cerita rakyat, tetapi juga bagian dari sejarah lahirnya dinasti Kutai yang harus terus dikenalkan kepada generasi muda,” ujarnya.

Menurut Sugiyono, perkembangan teknologi menjadi peluang untuk menyampaikan sejarah dengan cara yang lebih menarik sehingga mudah diterima oleh masyarakat, khususnya kalangan muda.

“Pelestarian budaya harus mengikuti perkembangan zaman. Nilai sejarahnya tetap dipertahankan, tetapi cara penyampaiannya bisa lebih kreatif dan inovatif,” katanya.

Sementara itu, Humas UPTD Museum Negeri Mulawarman Provinsi Kalimantan Timur, Mangir Anggoro Titiantoro, menilai kisah Putri Karang Melenu tidak hanya menyimpan nilai sejarah, tetapi juga mengandung pesan moral yang relevan hingga saat ini.

“Cerita ini mengajarkan tentang kasih sayang, kesetiaan, kebijaksanaan, serta pentingnya menghormati janji dan takdir. Nilai-nilai itu yang perlu terus diwariskan kepada generasi penerus,” ungkapnya.

Ia menambahkan, legenda Putri Karang Melenu juga memiliki hubungan erat dengan Tradisi Erau sebagai upacara adat tertua di Kutai yang menjadi simbol rasa syukur, doa keselamatan, sekaligus pelestarian adat Kesultanan Kutai Kartanegara.

“Kami berharap masyarakat semakin mengenal sejarah daerahnya dan menjadikan budaya Kutai sebagai kebanggaan bersama,” tutup Mangir.

Melalui berbagai upaya pelestarian, termasuk pemanfaatan teknologi digital dan penyelenggaraan kegiatan budaya, kisah Putri Karang Melenu diharapkan tetap hidup di tengah perkembangan zaman sekaligus menjadi media edukasi bagi masyarakat untuk mengenal sejarah panjang Kutai. (and)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *