KUKAR: Kutai Kartanegara kembali menunjukkan superioritasnya di arena tinju Kalimantan Timur. Pada ajang Babak Kualifikasi Pekan Olahraga Provinsi (BK Porprov) VIII Kaltim 2025 yang berlangsung di Samarinda, 4–10 Desember 2025, Pertina Kukar tampil menggugah dan resmi menyabet gelar juara umum.
Kukar mengumpulkan delapan emas, dua perak, dan empat perunggu, melampaui daerah-daerah pesaing yang datang dengan persiapan lebih panjang. Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa Pertina Kukar tetap menjadi barometer pembinaan tinju amatir di Kaltim.
Ketua Pertina Kukar, Aspian Noor, tak menyembunyikan rasa bangganya. Ia bersama Ketua Harian Afizar Dinata terus berada di arena mendampingi para atlet. Aspian menilai keberhasilan petinju Kukar tidak lepas dari kerja keras tim pelatih yang mampu memaksimalkan waktu persiapan yang minim.
Asisten Pelatih, Ali Idrus, mengungkapkan bahwa hasil ini bahkan melampaui ekspektasi mereka.
“Kami tidak ingin banyak beralasan soal keterbatasan. Yang penting atlet fokus dan mau bekerja keras. Dan itu terbukti. Walau persiapan kurang dari ideal, anak-anak tampil penuh keberanian,” ujarnya.
Ali menjelaskan bahwa selama persiapan, para atlet hanya sempat menjalani program latihan jangka pendek. Meski demikian, komitmen dan disiplin para petinju menjadi kunci keberhasilan.
Ia menegaskan bahwa kemenangan ini menjadi modal penting untuk persiapan menuju ajang yang lebih besar.
“Latihan akan kami buat lebih terstruktur. Kami ingin atlet siap menghadapi level lebih tinggi seperti Pra-PON. Dukungan pemerintah dan KONI tentunya sangat kami harapkan,” tambahnya.
Sementara itu, Asisten Pelatih lainnya, Decky Samuel Entamoi, menyebut hasil yang diraih sebagai buah dari semangat juang para petinju yang meningkat pesat dalam sebulan terakhir.
“Target awal kami hanya lima medali. Tapi ternyata mereka tampil jauh lebih baik dan membawa Kukar menjadi juara umum. Ini pencapaian luar biasa,” katanya.
Decky menilai kemenangan di BK Porprov ini menjadi momentum kebangkitan tinju Kukar yang selama ini dikenal melahirkan banyak atlet potensial. Ia berharap prestasi ini tidak membuat para atlet cepat puas.
“Kami akan terus perbaiki teknik dan fisik. Atlet harus tetap rendah hati dan terus berkembang,” ucapnya.
Di kelas putra, medali emas disumbangkan Afrian Naufal Afaaf Manoppo (57 kg), Marquez Juan Christiano Tobias (67 kg), Dhevint Hosea Raythan Rawung (71 kg), dan Azipa Syahrul Huda (92 kg).
Sementara dari kelas putri, emas diraih Queen Angels Lumempouw (52 kg), Tasya Isna Saqbani (54 kg), dan Hadistita Juniva Robinson (57 kg).
Sebagai langkah lanjutan, Pertina Kukar mulai menyusun agenda penjaringan bibit muda dari sekolah-sekolah. Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen mempertahankan tradisi emas dan memastikan regenerasi atlet tinju Kukar berjalan berkesinambungan. (and)

















