BALIKPAPAN: Suasana tenang di kawasan Jalan Prona 3, Kelurahan Sepinggan, Balikpapan Selatan, berubah mencekam pada Minggu (2/11/2025). Kobaran api melalap satu rumah dan merenggut nyawa pasangan lanjut usia, Jaman Tampubolon (70) dan Yeti Mahdalena (65), yang diduga terjebak di dalam rumah saat peristiwa terjadi.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Balikpapan, Usman Ali, mengungkapkan, pihaknya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 04.15 WITA. Tim pemadam dari Pos Balikpapan Selatan dan Balikpapan Timur langsung dikerahkan ke lokasi.
“Begitu laporan diterima, tim kami bergerak cepat dan tiba di lokasi sekitar pukul 04.20 WITA. Api berhasil dipadamkan kurang dari satu jam, tepatnya pukul 04.47 WITA, kemudian dilanjutkan proses pendinginan,” jelas Usman, saat dikonfirmasi.
Meski api berhasil dijinakkan, duka mendalam menyelimuti petugas dan warga sekitar ketika menemukan kedua korban di antara puing-puing rumah. Pasangan lansia itu diduga tak sempat menyelamatkan diri.
“Setelah dilakukan penyisiran, tim gabungan menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia. Jenazah langsung dibawa ke rumah sakit untuk proses visum,” ujarnya.
Satu unit rumah dilaporkan rusak berat akibat kebakaran tersebut. BPBD bersama unsur TNI, Polri, PLN, PDAM, Dinas Perhubungan, dan relawan bahu-membahu melakukan evakuasi serta memastikan kondisi sekitar aman.
Usman menyampaikan belasungkawa mendalam atas kejadian itu. Ia juga memastikan koordinasi dengan kelurahan dan Dinas Sosial untuk membantu keluarga korban. “Kami turut berduka cita yang mendalam. Pemerintah Kota melalui BPBD dan Dinas Sosial akan memastikan adanya penanganan bagi keluarga yang ditinggalkan,” ucapnya.

Tragedi ini menjadi peringatan keras bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama pada jam istirahat malam hingga dini hari, saat risiko kebakaran kerap tinggi akibat kelalaian kecil seperti hubungan arus pendek listrik atau lilin yang lupa dipadamkan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu mengecek instalasi listrik, tidak meninggalkan peralatan elektronik menyala, dan menyiapkan alat pemadam sederhana di rumah,” tegas Usman.
Ia selalu mengingatkan agar bersama menjaga lingkungan, sehingga terhindar dari bencana. Kebakaran di Sepinggan bukan hanya meninggalkan puing dan asap, tetapi juga pesan tentang pentingnya kewaspadaan dan kesiapsiagaan, agar tidak ada lagi nyawa yang hilang sia-sia saat dunia tengah terlelap.(las)

















