Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
ADVERTORIAL

Kadisdikbud Kukar Imbau Sekolah Tak Lakukan Perplocoan Saat MPLS 2024

213
×

Kadisdikbud Kukar Imbau Sekolah Tak Lakukan Perplocoan Saat MPLS 2024

Share this article
Thauhid Aprilian Noor
Thauhid Aprilian Noor
Example 468x60

KUKAR: Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara (Kukar), Thauhid Aprilian Noor, menghimbau seluruh sekolah di Kukar agar tidak melakukan praktik perpeloncoan pada Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran baru 2024/2025. Hal ini dilakukan untuk memastikan tahun ajaran baru berjalan sesuai aturan dan tanpa tindakan yang tidak mendidik.

Disdikbud Kukar telah mengeluarkan surat edaran kepada sekolah-sekolah di Kukar untuk melaksanakan MPLS secara serentak mulai tanggal 15-17 Juli 2024.

Thauhid menyatakan bahwa selama pelaksanaan MPLS, Disdikbud akan melakukan survei ke lapangan untuk memastikan tidak ada perpeloncoan atau kegiatan yang tidak sesuai.

“Tidak ada lagi perpeloncoan, tidak ada hal-hal yang aneh karena itu tidak mendidik bagi siswa-siswi. MPLS harus benar-benar difokuskan untuk masa orientasi dan pengenalan lingkungan sekolah,” kata Thauhid pada Senin (15/7/24).

Jika ditemukan sekolah yang melakukan perpeloncoan, Disdikbud akan mengambil tindakan tegas. Dan Disdikbud akan melakukan pengawasan, dan jika ada kegiatan di luar standar atau norma, kami minta untuk segera dilaporkan ke dinas agar segera diproses.

“Untuk sanksinya, pihak sekolah yang melanggar akan dipanggil dan diberi peringatan karena sebelumnya sudah diberitahu bahwa tidak boleh ada kegiatan fisik atau aneh-aneh,” tegas Thauhid.

Salah satu sekolah yang melaksanakan MPLS adalah SD Negeri 017 Samboja Barat. Kepala sekolah Abdul Wahab menyatakan bahwa MPLS di sekolahnya dimulai dengan pengenalan lingkungan sekolah.

“Kegiatan MPLS adalah mengenalkan anak-anak yang baru masuk, mengajak mereka keliling sekolah, mengenalkan ruang laboratorium, mushola, kamar mandi, kantor guru, tempat lapangan upacara, pintu masuk, dan pintu keluar,” jelas Abdul Wahab.

Ia menambahkan bahwa tahun ini ada 78 siswa baru yang terdiri dari 3 kelas. “Kami berharap murid baru dapat mengikuti kegiatan dan disiplin di sekolah yang baru. Ada pendampingan dari guru TK untuk membantu mereka beradaptasi dengan lingkungan SD,” tambahnya.

Abdul Wahab juga mengingatkan agar murid baru mengikuti semua kegiatan yang dilaksanakan oleh pihak sekolah dengan disiplin.

“Dari TK ke SD, otomatis mereka harus mengikuti kegiatan apa yang dilaksanakan oleh pihak sekolah dasar,” tutupnya. (adv/dk1)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *