Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
KUTAI KARTANEGARA

Kabut Asap Makin Tebal, BPBD Kukar Minta Warga Pakai Masker

239
×

Kabut Asap Makin Tebal, BPBD Kukar Minta Warga Pakai Masker

Share this article
Kabut asap tebal menyelimuti Kota Tenggarong. (Irvan/dutakaltimnews.com)
Kabut asap tebal menyelimuti Kota Tenggarong. (Irvan/dutakaltimnews.com)
Example 468x60

KUKAR: Kabut asap mulai menyelimuti sejumlah wilayah di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) di tengah ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang masih terjadi. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar mencatat sekitar 140 titik panas (hotspot) terdeteksi di sejumlah wilayah.

Dari jumlah tersebut, tim di lapangan telah melakukan verifikasi dan menemukan sekitar 50 titik api riil.

Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, mengatakan kondisi tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

“Dari hasil pantauan kami ada sekitar 50 titik api. Titik-titik api yang besar juga ada, ini perlu perhatian khusus dalam penanganannya,” katanya, Senin (31/8/2026).

Menurutnya, kondisi cuaca saat ini membuat penanganan Karhutla harus dilakukan secara cepat. Api yang awalnya hanya berada di satu titik dapat dengan mudah meluas apabila tidak segera ditangani.

Untuk mempercepat respons petugas, Pemkab Kukar memperkuat sistem penanganan dengan membentuk pos terpadu Karhutla di wilayah yang dianggap rawan.

“Kita sudah bentuk pos terpadu di wilayah yang memang rawan. Koordinasi ini akan terus berjalan dan kita pantau terus perkembangannya,” ujarnya.

Aulia menyebut, tantangan Karhutla diperkirakan masih akan berlangsung dalam beberapa waktu ke depan. Musim kemarau diprediksi bertahan hingga Oktober 2026 dan berpotensi berlanjut sampai November apabila curah hujan belum juga meningkat.

Karena itu, ia menegaskan penanganan Karhutla bukan hanya menjadi tanggung jawab BPBD maupun Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmatan).

“Penanganan Karhutla ini bukan hanya tugas BPBD atau Disdamkarmatan. Kita membutuhkan sinergi lintas sektor dan kesadaran masyarakat,” jelasnya.

Selain menyebabkan kerusakan lingkungan, Karhutla juga menimbulkan ancaman kabut asap yang dapat mengganggu kesehatan masyarakat, terutama saluran pernapasan.

Aulia berharap hujan segera turun di wilayah Kukar sehingga penanganan Karhutla dapat dilakukan lebih ringan.

“Kita harap ada turun hujan, penanganan Karhutla pasti akan lebih ringan,” harapnya.

Ia juga kembali mengingatkan masyarakat agar tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara dibakar. Menurutnya, kebiasaan tersebut sangat berisiko memicu kebakaran yang sulit dikendalikan, terutama saat kondisi kemarau dan angin kencang.

Sementara itu, Sekretaris BPBD Kukar, Aspianur Sandi, mengakui kabut asap dalam beberapa hari terakhir mulai terasa lebih tebal di Tenggarong. Namun, menurutnya, kondisi tersebut tidak hanya terjadi di ibu kota Kukar.

Aspianur mengatakan, pihaknya terus memantau perkembangan sebaran asap melalui informasi dari BMKG.

“Memang tidak hanya Tenggarong. Kami juga memantau sebaran asap dari BMKG. Dalam tiga hari ini terlihat sebaran asap di sejumlah wilayah, tidak hanya di Tenggarong,” ungkap.

Menurutnya, kondisi sebaran asap tersebut perlu menjadi perhatian masyarakat. Terlebih, asap akibat Karhutla dapat berdampak terhadap kesehatan apabila terhirup dalam waktu yang cukup lama.

Karena itu, BPBD Kukar mengimbau masyarakat yang tidak memiliki keperluan mendesak agar mengurangi aktivitas di luar ruangan. Sementara bagi warga yang harus beraktivitas di luar, penggunaan masker sangat dianjurkan.

“Kami mengimbau masyarakat Kukar yang beraktivitas di luar ruangan agar mengurangi aktivitas jika tidak terlalu diperlukan. Kalau memang harus beraktivitas di luar, gunakan masker untuk sementara,” ujarnya.

Ia menambahkan, paparan asap Karhutla dapat memicu berbagai gangguan kesehatan, seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan radang tenggorokan.

Di sisi lain, Aspianur memastikan penanganan titik api di Kukar masih terus dilakukan bersama unsur TNI, Polri dan petugas pemadam kebakaran. Hasilnya, jumlah hotspot disebut mulai mengalami penurunan.

“Alhamdulillah, sekarang sudah mulai menurun hotspot-nya karena kita sudah bersinergi, baik Polri, TNI maupun pemadam,” katanya.

Sejumlah wilayah yang sebelumnya menjadi perhatian masih terus dipantau, di antaranya Sanga-Sanga, Muara Badak, Marangkayu dan Muara Jawa. Tim gabungan juga telah melakukan intervensi di wilayah tersebut.

“Kita sudah beberapa hari ini masuk. Tim dukungan maupun Damkar sudah beroperasi di wilayah Muara Jawa, Muara Badak maupun Marangkayu. Nanti kita pantau, saya masih pantau lagi untuk wilayah hulu,” ungkapnya.

Aspianur juga menyampaikan, Gubernur Kalimantan Timur telah menaikkan status penanganan Karhutla di tingkat provinsi menjadi siaga.

“Yang jelas, kami mengimbau masyarakat Kukar yang beraktivitas di luar ruangan agar menggunakan masker, terutama anak-anak dan masyarakat yang mempunyai penyakit asma,” pungkasnya. (*van)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *