Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
KUTAI KARTANEGARA

Kabut Asap Makin Pekat, Sejumlah Sekolah di Tenggarong Mulai Waspada

238
×

Kabut Asap Makin Pekat, Sejumlah Sekolah di Tenggarong Mulai Waspada

Share this article
SMPN 1 Tenggarong (Foto : Andri/dutakaltimnews.com)
SMPN 1 Tenggarong (Foto : Andri/dutakaltimnews.com)
Example 468x60

KUKAR: Kabut asap yang dalam beberapa hari terakhir menyelimuti wilayah Tenggarong mulai mendapat perhatian dari sejumlah sekolah. Meski hingga kini belum ada kebijakan pembelajaran jarak jauh (PJJ), pihak sekolah mulai melakukan pemantauan dan mengimbau siswa mengurangi aktivitas di luar ruangan.

Kepala SMPN 1 Tenggarong, Imam Huzaeni, mengatakan hingga Sabtu (30/8/2026), kegiatan belajar mengajar masih berlangsung seperti biasa. Pihak sekolah juga masih menunggu arahan lebih lanjut dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar terkait kondisi kabut asap.

“Belum ada kebijakan terkait dengan adanya asap. Dari dinas sampai saat ini meminta laporan dari sekolah-sekolah melalui link, bagaimana keadaan sekolah kaitannya dengan pengaruh kabut asap,” kata Imam Senin (31/8/2026).

Menurutnya, seluruh sekolah telah diminta melaporkan kondisi masing-masing. Dalam laporan tersebut, sekolah diminta memberikan informasi mengenai kondisi lingkungan sekitar, termasuk jarak lokasi sekolah dengan titik kebakaran lahan apabila terdapat kebakaran.

Selain itu, sekolah juga diminta melaporkan dampak kabut asap terhadap siswa maupun lingkungan sekolah, tingkat bahayanya, serta langkah-langkah yang telah dilakukan untuk mengantisipasi dampak tersebut.

“Kalau untuk kebakaran lahan di Tenggarong rasanya masih jauh. Tapi masalah asap jelas ada, kelihatan di langit,” ujarnya.

Imam menyebut hingga saat ini SMPN 1 Tenggarong belum menyediakan masker maupun vitamin bagi siswa. Sekolah baru sebatas memberikan imbauan agar siswa tidak terlalu banyak melakukan aktivitas di luar ruangan.

“Untuk masker masih mereka sendiri yang mengupayakan secara mandiri. Vitamin juga begitu, dari sekolah belum ada,” jelasnya.

Ia mengatakan pihaknya masih menunggu hasil pemantauan dan arahan dari Disdikbud Kukar. Terlebih, kondisi kabut asap saat ini dinilai semakin pekat.

“Semua sekolah sudah melaporkan. Mudah-mudahan Senin besok ada kesimpulan dari dinas, apakah membuat edaran khusus terkait kebijakan ini, apakah nanti WFH atau seperti apa. Sampai saat ini kami masih menunggu instruksinya,” katanya.

Terkait kemungkinan penerapan pembelajaran daring, Imam menilai kebijakan tersebut kemungkinan lebih diperlukan di wilayah yang kondisi asapnya lebih parah. Ia menyebut beberapa wilayah seperti Tabang dan Ngembang Janggo telah melaporkan kondisi kabut asap yang cukup pekat.

“Kalau Tenggarong saya belum yakin. Mudah-mudahan masih dalam batas toleransi dan masih bisa offline sekolahnya,” ujarnya.

Imam juga mengimbau para orang tua untuk ikut menjaga kesehatan anak selama kondisi kabut asap berlangsung. Anak-anak diminta mengurangi aktivitas di luar rumah, menggunakan pelindung ketika berada di luar ruangan, memakai masker, serta memperbanyak konsumsi air dan vitamin.

“Kalau keluar, pakai masker, banyak minum, vitamin untuk menjaga kesehatan. Mudah-mudahan semuanya aman, sehat dan tetap dalam keadaan baik,” pesannya.

Hingga kini, pihak SMPN 1 Tenggarong juga belum menerima keluhan siswa yang mengarah pada infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Aktivitas siswa di luar ruangan, terutama di tempat yang panas, juga mulai dibatasi.

Hal serupa disampaikan Kepala SMPN 3 Tenggarong, Sariyani. Ia mengatakan sekolah juga telah menerima arahan dari dinas untuk mengisi tautan terkait kondisi cuaca dan kabut asap di wilayah masing-masing.

Data dari sekolah-sekolah tersebut nantinya menjadi bahan bagi Disdikbud Kukar untuk menentukan kebijakan pembelajaran, apakah tetap dilaksanakan secara tatap muka atau dialihkan menjadi pembelajaran jarak jauh.

“Dari link yang dikirim setiap kecamatan itu nanti dari Dinas Pendidikan akan menentukan apakah pembelajaran jarak jauh seperti dulu lagi atau tetap ke sekolah,” kata Sariyani.

Untuk saat ini, aktivitas belajar mengajar di SMPN 3 Tenggarong masih berlangsung seperti biasa. Namun, Sariyani mengakui kondisi kabut asap pada Sabtu cukup mengkhawatirkan.

“Saya keluar hari ini parah banget, karena tidak kelihatan. Ngeri, abu-abu sudah,” ujarnya.

Ia menegaskan pihak sekolah masih menunggu ketentuan resmi dari Disdikbud sebelum mengambil langkah lebih lanjut. Termasuk jika nantinya diperlukan pembagian masker kepada siswa.

Sariyani menjelaskan, SMPN 3 Tenggarong memiliki sekitar seribu siswa. Karena itu, pengadaan masker harus mempertimbangkan sumber pembiayaan dan persetujuan dari dinas terkait.

“Kalau parah banget, kemungkinan kami akan membagikan masker ke siswa,” katanya.

Untuk sementara, pihak sekolah mengimbau siswa menjaga kesehatan dan tidak terlalu banyak melakukan aktivitas di luar rumah guna mengantisipasi paparan kabut asap.

Terkait keluhan kesehatan, Sariyani menyebut hingga kini belum ada laporan dari siswa yang mengarah pada gangguan akibat kabut asap.

“Untuk saat ini belum ada, masih aman,” ujarnya.

Selain itu, pihak SMPN 3 Tenggarong juga berencana berkoordinasi dengan puskesmas setempat apabila diperlukan langkah lanjutan, termasuk terkait upaya menjaga kesehatan siswa selama kondisi kabut asap berlangsung. (and)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *