Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
KUTAI KARTANEGARA

Kabut Asap Selimuti Tenggarong, Warga Diminta Waspadai Gangguan Pernapasan

239
×

Kabut Asap Selimuti Tenggarong, Warga Diminta Waspadai Gangguan Pernapasan

Share this article
Kabut asap tebal menyelimuti Kota Tenggarong Sabtu (30/8/2026), (Foto : Andri/dutakaltimnews.com)
Kabut asap tebal menyelimuti Kota Tenggarong Sabtu (30/8/2026), (Foto : Andri/dutakaltimnews.com)
Example 468x60

KUKAR: Sejumlah wilayah di Kutai Kartanegara (Kukar) mulai diselimuti kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi dalam sebulan terakhir. Salah satu wilayah yang turut terdampak yakni Kecamatan Tenggarong.

Pantauan media dutakaltimnews.com, Sabtu (30/8/2026) pagi, asap tebal mulai terlihat di sejumlah kawasan Tenggarong. Kondisi tersebut membuat jarak pandang terbatas dan kualitas udara mulai kurang sehat.

Jerebu Wilayah Kukar

Salah seorang warga Tenggarong, Wahyu, mengaku kabut asap sudah terjadi hampir sepekan terakhir. Kondisi ini menurutnya cukup mengganggu aktivitas masyarakat dan mulai berdampak terhadap kesehatan.

“Sudah hampir seminggu kabut asap terjadi di Tenggarong. Ini sangat memengaruhi kualitas udara. Kami berharap masyarakat tetap waspada dan menggunakan masker jika keluar rumah,” ujarnya.

Wahyu mengatakan, kondisi tersebut juga mulai dirasakan oleh keluarganya. Salah satu saudaranya bahkan mengalami gejala sesak napas yang diduga berkaitan dengan kondisi udara akibat kabut asap.

“Saudara saya sudah timbul gejala sesak napas akibat kabut yang ada akhir-akhir ini. Kami berharap asap tebal ini segera hilang dan turun hujan supaya panas tidak semakin menjadi-jadi,” katanya.

Masyarakat pun diimbau menjaga kesehatan selama kondisi kabut asap berlangsung. Penggunaan masker saat beraktivitas di luar rumah, memperbanyak minum air putih, serta membatasi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk menjadi langkah yang dianjurkan.

Masyarakat juga diminta terus memantau informasi cuaca terkini dan memberikan perhatian lebih kepada kelompok rentan, seperti bayi, anak-anak, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit kronis.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Loa Ipuh, dr. Mariyati, mengatakan pihaknya telah memberikan imbauan kepada masyarakat sejak awal bulan. Edukasi dilakukan melalui media sosial maupun secara langsung dalam berbagai kegiatan masyarakat.

“Sudah ada semua di Instagram kami, bisa dicek. Imbauan itu sejak awal bulan sudah ada,” kata Mariyati.

Menurutnya, hingga kini pelayanan kesehatan di Puskesmas Loa Ipuh masih berjalan seperti biasa. Namun, kondisi cuaca dan kabut asap turut menjadi perhatian karena kunjungan pasien dengan keluhan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) mengalami peningkatan.

“Sejauh ini tidak ada laporan masyarakat yang mengeluhkan gangguan saluran pernapasan? Ya, pasti ada. Kunjungan ISPA memang agak meningkat. Pasti ada peningkatan, tetapi tetap dilayani seperti biasa,” jelasnya.

Mariyati menyebut kondisi tersebut belum sampai pada tahap yang mengharuskan Puskesmas Loa Ipuh meningkatkan status kewaspadaan. Data terkait kasus ISPA di wilayah tersebut juga telah disampaikan kepada Dinas Kesehatan Kukar.

“Belum parah, maksudnya belum siaga satu. Kami kemarin juga sudah diminta datanya oleh Dinas Kesehatan dan sudah kami berikan,” ujarnya.

Ia mengimbau masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan agar segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama (FKTP) masing-masing.

Selain melalui media sosial, edukasi mengenai pencegahan dampak kabut asap juga dilakukan secara langsung melalui posyandu, kegiatan sekolah, serta kegiatan masyarakat lainnya.

“Kami terus mengimbau, kalau tidak terlalu penting jangan keluar. Kalau harus berkegiatan di luar, gunakan masker,” pungkasnya. (and)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *