BALIKPAPAN: Menjelang Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah/ 2026, tekanan harga di Balikpapan dan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mulai meningkat. Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan mencatat inflasi bulanan pada Februari 2026 terdorong oleh meningkatnya mobilitas masyarakat, permintaan konsumsi, serta gangguan pasokan akibat cuaca.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan Robi Ariadi menjelaskan, Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Februari 2026 menunjukkan kenaikan dibanding bulan sebelumnya.
Balikpapan mencatat inflasi 0,75 persen secara bulanan (month to month/mtm), sementara Kabupaten Penajam Paser Utara mencatat inflasi 0,89 persen (mtm).
Secara tahunan, inflasi Balikpapan tercatat 4,14 persen (year on year/yoy) dan PPU 4,13 persen (yoy). Meski meningkat, angka tersebut masih lebih rendah dibandingkan inflasi gabungan empat kota di Kalimantan Timur yang mencapai 4,64 persen (yoy) serta inflasi nasional 4,76 persen (yoy).
Namun demikian, inflasi tahunan tersebut masih berada di atas target inflasi nasional 2026 sebesar 2,5 persen ±1 persen. Di Balikpapan, inflasi terutama dipicu oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan andil sebesar 0,27 persen (mtm).
Lima komoditas yang paling mendorong kenaikan harga antara lain angkutan udara; emas perhiasan; cabai rawit; bahan bakar rumah tangga (LPG) dan kangkung.
Kenaikan tarif pesawat terjadi karena meningkatnya mobilitas masyarakat menjelang Ramadan dan Idulfitri. Sementara harga emas naik mengikuti tren penguatan harga emas dunia.
Di sisi lain, harga cabai rawit naik karena berkurangnya pasokan dari daerah sentra produksi di Jawa dan Sulawesi akibat tingginya curah hujan. Kondisi cuaca juga memengaruhi produksi hortikultura lokal, termasuk kangkung.
Meski demikian, sejumlah komoditas justru mengalami penurunan harga dan menahan laju inflasi. Beberapa komoditas penyumbang deflasi di Balikpapan antara lain bensin; bawang merah, daging ayam ras; sawi hijau dan baju muslim anak.
Penurunan harga bensin terjadi setelah adanya kebijakan penyesuaian harga BBM jenis Pertamax yang turun Rp550 per liter sejak 1 Februari 2026.
Sementara di Kabupaten Penajam Paser Utara, inflasi paling besar juga berasal dari kelompok makanan dan minuman dengan kontribusi 0,68 persen (mtm).
Komoditas utama penyumbang inflasi antara lain Ikan layang; cabai rawit; emas perhiasan; daging ayam ras dan buncis. Kenaikan harga ikan layang dipicu oleh berkurangnya aktivitas nelayan akibat cuaca buruk dan gelombang laut yang tinggi.
Sebaliknya, beberapa komoditas yang menahan inflasi di PPU antara lain bawang merah, ikan tongkol, cumi-cumi, bensin, dan bayam karena meningkatnya pasokan dari daerah produksi.
Ke depan, Bank Indonesia menilai tekanan inflasi masih berpotensi meningkat. Hal ini dipicu oleh puncak musim hujan pada triwulan pertama 2026, risiko gelombang laut tinggi, serta potensi banjir di sejumlah daerah sentra produksi.
Di saat yang sama, permintaan masyarakat diperkirakan terus meningkat selama Ramadan dan menjelang Idulfitri.
Namun demikian, optimisme masyarakat terhadap kondisi ekonomi tetap tinggi. Survei Konsumen Bank Indonesia menunjukkan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) di Balikpapan mencapai 131,8 pada Februari 2026, meningkat dari 122,7 pada Januari dan berada pada level optimistis.
Untuk menjaga stabilitas harga, Bank Indonesia bersama pemerintah daerah melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) akan memperkuat berbagai langkah pengendalian, seperti menggelar operasi pasar dan pasar murah selama Ramadan hingga Idulfitri; memantau harga dan stok pangan di distributor; memperkuat peran BUMD pangan dalam stabilisasi harga; memperluas kerja sama pasokan antar daerah dan mendorong masyarakat menanam komoditas hortikultura di pekarangan rumah.
Bank Indonesia juga akan melanjutkan program Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS), guna menjaga inflasi daerah tetap berada dalam sasaran nasional.
“Sinergi dengan pemerintah daerah dan berbagai pihak akan terus diperkuat agar inflasi tetap terkendali dan pasokan pangan masyarakat terjaga,” ujar Robi.(las)

















