Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
KUTAI KARTANEGARA

Jalan Poros Samarinda–Balikpapan di KM 28 Desa Batuah, Kembali Ambles, Warga Nilai Perbaikan Hanya Tambal Sulam

288
×

Jalan Poros Samarinda–Balikpapan di KM 28 Desa Batuah, Kembali Ambles, Warga Nilai Perbaikan Hanya Tambal Sulam

Share this article
Jalan Poros Samarinda–Balikpapan di KM 28 Desa Batuah, Kembali Ambles. (Istimewa)
Jalan Poros Samarinda–Balikpapan di KM 28 Desa Batuah, Kembali Ambles. (Istimewa)
Example 468x60

KUKAR: Pergeseran badan jalan kembali terjadi di jalur utama penghubung Samarinda–Balikpapan. Ruas jalan poros di Kilometer 28, Desa Batuah, Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), kembali mengalami penurunan, meski baru beberapa bulan lalu dilakukan perbaikan pascalongsor besar pada Mei 2025.

Ketua Relawan Siaga Batuan (RSB) Desa Batuah, Bustan Nur Arifin, menilai penanganan yang dilakukan selama ini masih bersifat sementara dan belum menyentuh struktur dasar jalan. Ia menyebut perbaikan hanya dilakukan melalui penimbunan dan pelapisan aspal tanpa penguatan pondasi di bagian bawah badan jalan.

“Penanganannya kemarin hanya ditimbun lalu diaspal, tidak ada perbaikan di bawahnya. Kalau tidak diperbaiki secara menyeluruh, malah makin rontok karena sifatnya hanya tambalan,” ujarnya pada Senin (22/12/2025).

Menurut Bustan, kondisi tersebut membuat jalan kembali rentan mengalami longsor, terlebih saat intensitas hujan tinggi. Ia membandingkan penanganan di KM 28 dengan titik lain di jalur yang sama, seperti KM 24 dan KM 25, yang dinilai lebih kokoh karena menggunakan metode penguatan struktur.

“Di KM 25 itu dipasang tiang untuk penguatan. Seharusnya di sini juga dipaku bumi atau diberi cangkur supaya timbunannya kuat,” jelasnya.

Ia juga menyoroti usia jalan pascaperbaikan yang terbilang sangat singkat. Dari perbaikan terakhir hingga kembali mengalami penurunan, waktunya diperkirakan belum genap satu tahun.

“Sekitar tujuh bulanan saja, belum sampai satu tahun sudah turun lagi,” ungkapnya.

Meski mengalami penurunan, Bustan memastikan ruas jalan tersebut masih dapat dilalui seluruh jenis kendaraan. Namun, penurunan terdalam terjadi di sisi pinggir jalan, sementara jalur yang dilintasi kendaraan diperkirakan turun sekitar 40 sentimeter.

“Kalau di pinggir ada yang sampai satu meter, ada juga setengah meter. Jalur yang dilewati kendaraan sekitar 40 sentimeter turunnya,” katanya.

Ia menambahkan, sempat dilakukan pengalihan arus lalu lintas saat kondisi jalan memburuk. Namun pengalihan tersebut hanya berlangsung singkat. Penanganan darurat dilakukan setelah hujan deras dan kondisi jalan menjadi sorotan publik.

“Setelah hujan deras langsung ditangani. Didatangkan koral dan ekskavator kecil untuk penimbunan darurat,” ujarnya.

Terkait dampak terhadap warga, Bustan menyebut terdapat satu bangunan yang terdampak di area rawan longsor. Namun, bangunan tersebut sebelumnya telah diperingatkan agar tidak didirikan di lokasi tersebut.

“Ada satu bangunan yang terdampak. Sebenarnya sudah dilarang membangun di situ, tapi pemiliknya tetap ngotot. Padahal area itu memang zona rawan,” tegasnya.

Warga pun berharap pemerintah dapat melakukan penanganan secara menyeluruh dan permanen, bukan sekadar tambal sulam, agar ruas jalan vital tersebut kembali aman dan stabil.

“Harapannya tentu diperbaiki secara penuh seperti di KM 24, supaya kondisinya kembali normal dan tidak terus berulang,” tutupnya. (*van)

 

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *