Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
ADVERTORIALKUTAI KARTANEGARA

Jalan Penghubung Jongkang-Samarinda Terbangun, Perekonomian Masyarakat Menggeliat

688
×

Jalan Penghubung Jongkang-Samarinda Terbangun, Perekonomian Masyarakat Menggeliat

Share this article
Jalan Poros Jongkang - Samarinda
Jalan Poros Jongkang - Samarinda
Example 468x60

KUKAR : Warga masyarakat Desa Jongkang, Kecamatan Loa Kulu kini mulai merasakan dampak dari pembangunan jalan dari pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Dinas Pekerjaan Umum (Dinas PU), selain mempercepat akses ke Samarinda masyarakat bisa lebih mudah menjual maupun memasok bahan pokok dari Samarinda.

Perekonomian pun perlahan bergairah dengan semakin mudahnya akses antar wilayah ini memangkas waktu tempuh dari Samarinda menuju wilayah Jongkang, bahkan bisa memangkas waktu tempuh ke Samarinda hanya sekitar 20 menit.

Kepala Desa Jongkang Suriansyah mengungkapkan bahwa pembangunan jalan ini sangat memberikan dampak positif bagi masyarakat. Sejak awal memang yang meminta pembangunan jalan itu masyarakat.

“Kita dari desa hanya menyalurkan aspirasi tersebut ke pihak terkait, termasuk sampai ke Pak Bupati. Waktu itu Pak Bupati sempat turun langsung ke lapangan selama program DT 24. Nah, saat itu masyarakat meminta minimal satu jalur. Ternyata, kita justru diberikan dua jalur.” ungkapnya Rabu (28/5/2025).

Jalan Poros Jongkang - Samarinda
Jalan Poros Jongkang – Samarinda

Dengan adanya dua jalur ini, tentu dampaknya terasa, terutama dalam sektor perekonomian. Contohnya, banyak warga yang sebelumnya berjualan tapi tidak laku, sekarang dagangannya mulai ramai. Dulu juga, kalau mau belanja ke Tenggarong, harganya mahal karena jauh. Sekarang banyak yang berbelanja ke Samarinda lewat jalur ini karena lebih dekat. Dari kantor Desa ke Samarinda sekarang bisa ditempuh hanya dalam 15 menit kalau tidak macet.

“Jadi dampak jalan ini memang terasa besar. Terutama bagi pelaku UMKM, banyak yang terbantu. Saya lihat, orang-orang dari daerah hulu seperti Desa Loa Lepu, biasanya sering singgah untuk makan di warung sekitar sini. Sekarang lalu lintasnya jadi lebih ramai, orang-orang lebih mudah singgah. Dampaknya sangat signifikan.” ujarnya.

Jalan ini juga membantu masyarakat dalam mobilitas sehari-hari. Contoh lain, pedagang sayur seperti Pak Jaan, sekarang lebih mudah jualan ke Samarinda. Dulu jalan masih tanah, memutar jauh, dan boros bensin. Kalau dulu perlu satu liter minyak, sekarang mungkin hanya setengah liter. Selain hemat bahan bakar, waktu juga lebih efisien. Banyak pedagang sayur yang sekarang langsung menjual ke Samarinda daripada ke Tenggarong karena aksesnya lebih dekat dan pasar di Samarinda juga lebih besar.

Jadi, intinya, pembangunan jalan ini sangat membantu masyarakat. Memang ini yang diinginkan masyarakat sejak lama. Untuk panjang jalan yang dibangun di Jongkang ini sekitar 4 sampai 5 kilometer, dari masjid sampai ke batas jalan BBE, menuju ke area perusahaan.

“Kita juga membangun gapura di sebelah kiri sebagai tanda bahwa itu sudah masuk wilayah Jongkang. Itu sedang kita kerjakan sekarang. Harapannya dengan adanya jalan ini, akses masyarakat antarwilayah hingga ke Samarinda bisa makin mudah.”

“Harapan kami, pembangunan ini bisa terus berlanjut. Bahkan kami berharap Pemda tingkat I juga ikut mendukung. Minggu lalu tim dari provinsi sudah turun untuk membahas pengembangan dan pelebaran jalan, termasuk pembebasan lahannya.” paparnya.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Dinas PU Kukar Trias Tono ST menyebutkan untuk proyek pembangunan jalan Jongkang-Samarinda saat ini progresnya sudah hampir 80 persen. Begitu juga dengan median tengah (canteen), sudah hampir seluruhnya terpasang. Untuk pengecoran badan jalan, saat ini tinggal menyelesaikan bagian di box tengah. Sementara sisi kanan dan kiri masih ada pekerjaan pelebaran.

“Kendalanya adalah cuaca. Kalau panas, baru kami bisa lanjutkan. Kami juga masih menunggu hasil uji laboratorium independen yang belum final. Karena itu urgen, kami belum berani lanjut tanpa hasil tersebut.” jelasnya.

Sementara itu, untuk pelebaran bahu jalan di sisi kanan, itu sudah hampir siap seluruhnya. Mungkin minggu ini sudah bisa dilakukan pengecoran. Secara keseluruhan, progres pekerjaan jalan ini sudah mendekati 80 persen. Ini untuk jalan rekonstruksi Jongkang menuju Samarinda.

“Tinggal pekerjaan minor saja. Jika cuaca mendukung, estimasinya tidak sampai satu bulan bisa selesai. Apalagi kontraknya masih cukup longgar, sekitar tujuh bulan.” terangnya.

Sementara jalan, juga akan ada pemasangan lampu penerangan jalan umum (PJU), pengerjaannya dilakukan oleh rekanan dari subkontraktor. Mereka sudah mulai membuat fondasi dan sudah koordinasi dengan Dinas PU. Totalnya sekitar 140 titik PJU. Jadi ketika pekerjaan fisik selesai, lampu juga sudah terpasang dan jalan tidak gelap lagi.

Tahun ini sudah dianggarkan dan pelaksanaan sudah dimulai. Jarak antar tiang sekitar 40 meter dan posisinya di tengah jalan. Konsep dari PU dan arahan Pak Bupati adalah tidak membuat jalur dua yang gelap. Jadi di tengah jalan akan ada tanaman dengan tinggi sekitar dua meter. Tanamannya akan ditaruh dalam pot agar tidak terlalu gelap dan tetap aman bagi pengendara.

Ke depan, pekerjaan akan dilanjutkan dari jembatan ke arah dalam. Namun, itu masih menunggu pembebasan lahan. Sebagian jalan memang sudah dicor, tapi sisi kanan belum. Konsepnya adalah agar jalan ini tetap fungsional dan tidak terkesan mangkrak. Konsep dari bupati sebelumnya dan yang terpilih saat ini adalah membuat jalan ini menjadi jalur dua.

“Kami dari PU juga sudah diminta menghitung ulang kebutuhan anggaran untuk konstruksi lanjutan dan rencana pembangunan jembatan kedua. Untuk saat ini, tidak ada kendala karena alat dan material tersedia. Material jembatan diambil dari luar, dan sebagian besar sudah tiba di lokasi.” ujarnya.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Kutai Kartanegara (Kukar), Linda Juniarti, menjelaskan, meskipun progres secara umum cukup baik, masih ada beberapa titik pekerjaan yang belum bisa dilanjutkan, terutama rigid pavement (perkerasan beton kaku) karena masih menunggu proses pembebasan lahan.

“Kami sebenarnya tinggal menunggu ketersediaan anggaran dari Pemda. Jika tersedia, insya Allah bulan depan sudah mulai dilaksanakan proses pembayaran dan pembebasan lahannya,” ujarnya.

Saat ini, fokus pekerjaan berada pada bagian median jalan, khususnya di ruas yang mengarah ke titik crossing perusahaan. Beberapa sisa pekerjaan juga masih berlangsung di sekitar belokan menuju PDAM, tepatnya di area perusahaan ban. Sisi kiri jalan hampir rampung, menyisakan satu titik di dekat box culvert yang perlu sedikit digeser.

Namun, cuaca yang masih sering hujan menjadi tantangan tersendiri.“Kondisi tanah masih lembek, sehingga kami belum bisa melakukan penutupan lapisan penutup. Kalau dalam seminggu ini cuaca cukup panas, kami akan lanjutkan proses pemadatan,” ujarnya.

Sementara itu, sisi kanan jalan dari arah Tenggarong juga hampir selesai dikerjakan. Pekerjaan yang tersisa terutama terletak pada bagian bahu jalan dengan panjang mencapai hampir empat kilometer. Selain median dan bahu jalan, pihaknya juga tengah memprioritaskan pemasangan lampu penerangan jalan.

“Ruas jalan Jongkang – Samarinda saat ini belum memiliki penerangan sama sekali. Padahal, volume kendaraan yang melintas semakin padat. Dengan pemasangan lampu, kami harapkan bisa meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan,” tambahnya.

Linda juga mencatat bahwa ruas jalan ini kini menjadi jalur favorit bagi pengguna kendaraan dibandingkan jalur dua di Jalan AP. Mangkunegara. Selain lebih pendek, hanya sekitar 11 kilometer, jalur ini juga memiliki kontur tanjakan yang tidak terlalu ekstrem.

Dari sisi pendanaan, proyek ini semula dialokasikan dana sebesar Rp1,2 triliun. Namun, setelah dilakukan efisiensi, nilai proyek direvisi menjadi sekitar Rp900 miliar, terbagi antara pembangunan jalan dan jembatan.

“Untuk proyek jalan dengan nilai di atas Rp50 miliar dengan kontrak  8–10 bulan. Target akhir kontrak maksimal 20 Desember. Kami berharap pekerjaan jalan selesai awal Desember dan pekerjaan jembatan tuntas hingga 20 Desember,” tutupnya. (Adv/dk).

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *