KUKAR: Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) memperingati hari ulang tahun Mall Pelayanan Publik (MPP) Kukar yang ke-3 pada Selasa (2/12/2025). Peringatan tersebut mengusung tema “Melaju dengan Inovasi” sebagai tema besar tahun ketiga penyelenggaraan layanan publik terpadu ini.
Acara yang berlangsung di Gedung MPP Kukar ini ditandai dengan prosesi pemotongan tumpeng oleh Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, serta dihadiri jajaran Forkopimda dan sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Kukar.
Aulia menjelaskan bahwa tema yang diusung tahun ini memiliki alasan khusus. Menurutnya, MPP Kukar insyaallah menjadi salah satu pendukung utama terwujudnya Kukar Idaman Terbaik.
Sebagai upaya mewujudkan program tersebut, MPP diberi tanggung jawab untuk mengimplementasikan Minimal Pelayanan Publik yang akan dilaunching di seluruh kecamatan se-Kabupaten Kukar.
“Minimal Pelayanan Publik ini merupakan layanan hybrid yang kita bangun, di mana beberapa layanan sudah disiapkan dan dapat dilaksanakan secara online,” ujarnya
Ia menambahkan, apabila masyarakat mengalami kendala dalam mengakses layanan digital, mereka tetap dapat mendatangi titik layanan on-site yang disiapkan di setiap kecamatan.
Aulia menjelaskan bahwa meski layanan akan diperluas hingga kecamatan, beberapa jenis pelayanan masih mengharuskan masyarakat datang langsung ke MPP di Tenggarong. “Misalnya layanan keimigrasian, layanan foto, dan lainnya masih tetap harus dilakukan di MPP,” jelasnya.
Pada usia tiga tahun ini, MPP Kukar telah memiliki 27 tenant dengan lebih dari 438 jenis layanan yang bisa diselesaikan di tempat. Capaian ini, kata Bupati, merupakan bukti komitmen pemerintah dalam memberikan kemudahan bagi masyarakat.
Selain itu, MPP Kukar juga berhasil memperoleh sertifikasi ISO terkait keamanan data. “Data menjadi sesuatu yang sangat penting karena semua orang menyerahkan data pribadinya ke MPP,” ungkapnya.
Aulia berharap ke depan, layanan MPP semakin diperluas. Ia menargetkan seluruh dari 228 jenis pelayanan yang bisa di hybridkan di kabupaten dapat tersedia di MPP.
Selain pengembangan sistem layanan, pemerintah juga tengah menyiapkan pengembangan fisik MPP dengan konsep seperti mal.
“Lantai dua nanti khusus pelayanan administrasi, sementara lantai satu dapat diisi kuliner dan fasilitas lain. Jadi masyarakat yang datang tidak merasa seperti ke kantor pemerintah, tetapi seperti sedang berjalan-jalan,” paparnya.
Dengan konsep tersebut, diharapkan masyarakat merasa lebih nyaman dan rileks ketika mengurus berbagai keperluan.
“Orang bisa datang dengan santai, menikmati fasilitas, datang dengan senyum dan pulang pun dengan senyum,” tutupnya. (*van)

















