BALIKPAPAN: Peresmian trotoar MT Haryono dan Ruhui Rahayu menjadi salah satu rangkaian kado Pemkot Balikpapan menjelang HUT ke-129 Kota Balikpapan.
Penataan trotoar di kawasan MT Haryono dan Ruhui Rahayu, Balikpapan Selatan, tak hanya mengubah wajah jalur pejalan kaki, tetapi juga mulai menggeser ritme aktivitas kawasan. Ruang yang sebelumnya dihindari kini perlahan menjadi titik temu warga, terutama pada sore hingga malam hari.
Sebelum ditata, kondisi trotoar yang sempit, terputus, dan kerap tertutup parkir kendaraan membuat pejalan kaki enggan melintas. Banyak warga memilih turun ke badan jalan, meningkatkan risiko kecelakaan dan membuat kawasan kurang ramah bagi aktivitas non-kendaraan.
Setelah penataan, situasinya berubah signifikan. Jalur pedestrian kini lebih lebar, rata, dan dilengkapi penerangan memadai. Bangku taman dan lanskap hijau membuat kawasan tak lagi sekadar jalur lintasan, tetapi ruang singgah.
Perubahan ini berdampak langsung pada pola aktivitas warga. Trotoar yang nyaman mendorong orang berjalan lebih lama, berhenti sejenak, hingga berinteraksi dengan lingkungan sekitar.
Wali Kota Balikpapan, H. Rahmad Mas’ud mengatakan, penataan pedestrian tersebut merupakan bagian dari upaya menciptakan kota yang lebih manusiawi, tidak hanya berorientasi pada kendaraan.
“Trotoar ini kita siapkan agar warga merasa aman dan nyaman berjalan kaki. Kalau ruang publik hidup, kota juga akan lebih sehat,” ujarnya usai peresmian pada hari Minggu, 8 Februari 2026.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan penataan tidak hanya bergantung pada pembangunan fisik, tetapi juga pada kesadaran bersama untuk menjaga fungsi trotoar sebagaimana mestinya.
Seorang warga, Ali mengatakan sebelum dilakukan penataan jika melintasi kawasan ini selalu cepat-cepat khawatir ada kendaraan melintas. “Dulu lewat saja cepat-cepat. Sekarang malah bisa duduk sebentar, lihat-lihat,” ujar Ali.
Meningkatnya aktivitas pejalan kaki juga mulai dirasakan pelaku usaha di sekitar kawasan. Kehadiran orang yang berjalan santai membuat kawasan lebih hidup, terutama pada jam pulang kerja dan akhir pekan.
Kondisi ini dinilai membuka peluang ekonomi, sekaligus menciptakan ruang publik yang lebih aman karena kawasan tidak lagi sepi.(las)

















