KUKAR: Sejumlah komunitas seni di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus berkembang, berusaha mengenalkan potensi daerah mereka. Salah satu komunitas baru yang muncul adalah Komunitas Talent Kaseh Rupa.
Abdul Gafar, pembina Talent Kaseh Rupa, menjelaskan bahwa komunitas ini baru dibentuk pada Januari 2024. Talent Kaseh Rupa menghimpun seniman seni rupa yang ada di Kukar, khususnya di Tenggarong.
“Tujuan kami adalah menstransfer ilmu kepada anak-anak SD, SMP, dan SMA di Tenggarong. Tidak menutup kemungkinan, kami juga akan mengedukasi se-Kukar. Kami mengadakan kegiatan ini sebulan dua kali pada hari Rabu dan malam Kamis dengan mengisi berbagai kesenian,” ungkap Abdul.
Komunitas ini juga mendukung seni tari, nyanyi lagu Kutai, dan melestarikan budaya Kukar secara umum.
“Semua dilakukan secara sukarela untuk sementara. Kami berharap generasi muda tergerak untuk melanjutkan estafet kami. Kami hanya membuka jalan, karena banyak komunitas tari yang sudah ada. Namun, seni rupa mulai pudar,” lanjutnya.
Dengan seniman rupa yang handal, pihaknya mencoba mengumpulkan dan memfasilitasi mereka untuk melaksanakan kegiatan edukasi dan bimbingan kepada penerus.
“Semua kegiatan akan kami laksanakan di Taman Titik Nol. Alhamdulillah, Disdikbud Kukar memberi ruang kepada kami untuk menghidupkan Titik Nol dalam rangka mendukung program Disdikbud Kukar yakni Ekspresi Budaya Kukar,” jelas Abdul.
Kegiatan seni rupa diadakan setiap malam Kamis, sedangkan Disdikbud Kukar mengadakan kegiatan setiap malam Minggu. Komunitas ini menampilkan seni lukis dan olahraga tradisional.
“Di antara kami, ada lima seniman seni rupa dengan prestasi nasional. Kami ingin ilmu mereka bisa dibagi kepada anak-anak, generasi penerus,” tambah Abdul.
Komunitas Talent Kaseh Rupa juga berkolaborasi dengan seni tari dan sastra seperti membaca puisi.
“Kami tidak menolak siapa pun yang ingin bergabung, meski sifatnya sukarela dan belum ada biaya. Alhamdulillah, sudah ada beberapa kegiatan yang kami laksanakan dibantu dengan sponsor. Misalnya, pada malam Kamis minggu lalu kami mengadakan lomba bemamai dengan banyak peminat,” kata Abdul.
Ke depan, komunitas ini berencana mengadakan event tahunan, termasuk lomba menggambar, musik, tari tradisional, dan bekesah ala Kutai. Mereka berharap kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik dan melibatkan lebih banyak partisipasi dari masyarakat. (adv/dk1)

















