Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
POLITIK

Hasanuddin Mas’ud Terpilih Aklamasi Pimpin Golkar Kukar, Siap Maju sebagai Calon Kepala Daerah 2029

223
×

Hasanuddin Mas’ud Terpilih Aklamasi Pimpin Golkar Kukar, Siap Maju sebagai Calon Kepala Daerah 2029

Share this article
Penetapan Ketua DPD Partai Golkar Kukar (Foto : Andri/dutakaltimnews.com)
Penetapan Ketua DPD Partai Golkar Kukar (Foto : Andri/dutakaltimnews.com)
Example 468x60

KUKAR: Dr. Ir. H. Hasanuddin Mas’ud terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kutai Kartanegara (Kukar) dalam Musyawarah Daerah (Musda) XI DPD Partai Golkar Kukar yang digelar di Hotel Grand Elty Singgasana Tenggarong, Senin (31/8/2026).

Hasanuddin Mas’ud mengatakan, hasil musda tersebut menunjukkan adanya kesepakatan dan kompromi di internal partai. Setelah terpilih, ia menegaskan akan segera melakukan konsolidasi untuk memperkuat struktur dan mesin politik Golkar hingga tingkat desa.

“Jadi hasil Musda XI DPD Partai Golkar Kutai Kartanegara, aklamasi. Memang rata-rata Golkar ini aklamasi. Jadi, kita kompromikan dulu, ke depan nanti kita koordinasi lagi dan konsolidasi partai internal,” ujar Hasanuddin Mas’ud.

musda partai golkar 2

Menurutnya, konsolidasi tidak hanya diarahkan untuk memperkuat internal partai, tetapi juga membangun sinergi dengan pemerintah, baik pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten hingga tingkat desa.

Hasanuddin juga mulai memandang Pemilu 2029 sebagai momentum penting bagi Partai Golkar. Menurutnya, peluang Golkar untuk memenangkan kontestasi politik pada 2029 cukup terbuka karena pemilihan kepala daerah dan pemilihan legislatif akan berlangsung dalam rangkaian waktu yang sama.

“Saya kira ini momen untuk Golkar maju di 2029. Insyaallah 2029, karena saya melihat peluangnya sangat besar dan terbuka,” katanya.

Ia menilai, pelaksanaan pemilihan gubernur yang bersamaan dengan pemilihan bupati dan wali kota menjadi salah satu peluang strategis bagi Golkar. Selain itu, pemilihan anggota DPRD provinsi serta DPRD kabupaten dan kota juga akan berlangsung secara bersamaan.

Hasanuddin yang juga menjabat Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) tingkat Provinsi Kaltim itu menyatakan siap apabila mendapatkan dukungan partai untuk maju sebagai calon kepala daerah di Kukar.

“Saya meyakini berdasarkan pemikiran dan hati saya bahwa insyaallah bupati ke depan tentu akan dari kader-kader Golkar. Kebetulan ada fakta integritas, saya didorong untuk maju, saya akan menyatakan siap,” tegasnya.

Namun, kesiapan tersebut, kata Hasanuddin, tetap bergantung pada dukungan partai, seluruh lapisan kader Golkar, serta masyarakat.

Sementara itu, Sekretaris DPD Partai Golkar Kaltim, Husni Fahruddin, mengungkapkan terdapat dua poin penting dalam fakta integritas yang akan menjadi komitmen ketua DPD Golkar terpilih di daerah.

Pertama, Golkar menargetkan peningkatan perolehan kursi di DPRD Kukar. Dari sembilan kursi yang dimiliki saat ini, partai menargetkan dapat meningkatkan perolehan menjadi 15 kursi.

“Kedua, ketua terpilih, siapapun juga yang menjadi ketua terpilih, wajib menjadi calon kepala daerah. Kalau tidak menjadi calon kepala daerah, maka akan ada sanksi dari Partai Golkar,” kata Husni.

Ia menjelaskan, ketentuan tersebut telah diplenokan di tingkat DPD Partai Golkar Kaltim. Kebijakan itu dibuat agar kader yang terpilih sebagai ketua di masing-masing daerah dapat dipersiapkan jauh-jauh hari untuk menghadapi kontestasi politik mendatang.

Menurut Husni, Golkar Kaltim ingin mengedepankan kader sendiri dalam menghadapi Pilkada 2029, bukan sekadar memberikan dukungan kepada calon dari luar partai.

“Makanya kita mensyaratkan bahwa ketua terpilih harus menjadi calon kepala daerah. Jadi, Golkar tidak mendukung di luar kader,” tegasnya.

Husni menilai Hasanuddin Mas’ud memiliki potensi untuk dipersiapkan menghadapi Pilkada Kukar 2029. Ia menyebut Golkar telah memiliki lembaga survei dan proses pemetaan politik akan dilakukan sejak sekarang.

“Dengan sembilan anggota DPRD yang ada, dengan PTK-PTK yang bergerak, dan jangan lupa, Golkar ini mesin partainya kuat. Karena itu, tiga sampai empat tahun ini harus kita persiapkan,” ujarnya.

Ia menambahkan, persiapan sejak dini diperlukan agar popularitas dan elektabilitas kader dapat dibangun secara bertahap. Dengan demikian, kader yang diproyeksikan maju sebagai calon kepala daerah tidak bekerja secara mendadak menjelang pemilihan.

Husni juga menyebut pola serupa akan diterapkan di sejumlah daerah di Kaltim dengan mendorong ketua DPD kabupaten/kota untuk maju sebagai calon kepala daerah.

Dengan terpilihnya Hasanuddin Mas’ud secara aklamasi, Golkar Kukar kini memiliki waktu untuk melakukan konsolidasi internal sekaligus mempersiapkan strategi menghadapi Pemilu dan Pilkada 2029. (and)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *