KUKAR : Para pedagang ayam potong di Pasar Mangkurawang, Tenggarong, mengeluhkan turunnya harga jual ayam dalam beberapa hari terakhir. Kondisi tersebut terjadi seiring berkurangnya jumlah pembeli yang datang ke pasar.
Salah satu pedagang ayam potong di Pasar Mangkurawang, Rahmat, mengatakan harga ayam saat ini cenderung lebih rendah dibandingkan sekitar satu minggu lalu. Ia menilai penurunan harga terjadi karena daya beli masyarakat yang menurun.
Menurut Rahmat, kondisi pasar yang relatif sepi membuat para pedagang harus menyesuaikan harga agar dagangan tetap dapat terjual. Jika tidak, ayam yang dijual berpotensi tidak habis dalam sehari.
“Untuk harga ayam yang kecil Rp32 ribu per kilogram, sedangkan yang besar Rp30 ribu. Harganya turun dibandingkan sekitar seminggu yang lalu,” ujarnya, Rabu (11/3/2026).
Ia menjelaskan, aktivitas jual beli di pasar sebenarnya sudah mulai menurun sejak sebelum memasuki awal bulan Ramadan. Sejak saat itu, jumlah pembeli yang datang ke pasar tidak seramai hari-hari sebelumnya.
Kondisi tersebut berdampak langsung pada stabilitas harga ayam potong di tingkat pedagang. Ketika permintaan menurun, harga pun ikut menyesuaikan dengan kondisi pasar.
Rahmat menyebutkan faktor utama turunnya harga ayam adalah karena pasar yang sepi sehingga penjualan tidak maksimal seperti biasanya.
“Faktornya karena pasar sepi, jadi kurang laku. Bahkan sebelum awal puasa itu sudah sepi, jadi memang kurang stabil,” jelasnya.
Para pedagang berharap kondisi pasar dapat kembali ramai sehingga penjualan ayam potong meningkat dan harga kembali stabil.
Selain memengaruhi harga, kondisi tersebut juga berdampak pada jumlah ayam yang bisa terjual setiap harinya. Saat ini, jumlah penjualan cenderung lebih sedikit dibandingkan periode sebelumnya.
“Sekarang paling habis sekitar 100 sampai 150 ekor per hari. Dulu bisa sampai 200 ekor bahkan lebih,” pungkasnya. (*van)

















