Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BALIKPAPAN

Hadapi El Nino 2026, PTMB Siapkan Skenario Ketat Jaga Pasokan Air Balikpapan

118
×

Hadapi El Nino 2026, PTMB Siapkan Skenario Ketat Jaga Pasokan Air Balikpapan

Share this article
e19a7131 1ad5 4e83 bf11 9dfac9e9e880
Direktur Utama PTMB, Yudhi Saharuddin. (Foto: Sulastri/Dutakaltimnews.com)
Example 468x60

BALIKPAPAN: Ancaman kekeringan akibat fenomena El Nino 2026 mulai diantisipasi serius oleh Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB). Melalui rapat koordinasi strategis bersama Balai Wilayah Sungai Wilayah IV pada 31 Maret 2026, sejumlah langkah berbasis data disepakati untuk menjaga keberlanjutan layanan air bersih di Kota Balikpapan.

Fenomena El Nino diprediksi mulai terjadi pada April dan mencapai puncaknya pada Agustus hingga September 2026, dengan potensi memicu kekeringan ekstrem. Kondisi ini menjadi perhatian serius mengingat pasokan air baku Balikpapan masih sangat bergantung pada sumber tadah hujan, terutama Waduk Manggar.

Direktur Utama PTMB, Yudhi Saharuddin, menegaskan bahwa seluruh langkah mitigasi disusun secara terukur berdasarkan simulasi teknis.

“Mitigasi yang kami siapkan bukan berbasis asumsi, tetapi berbasis data dan simulasi. Kami menghitung potensi penurunan air baku hingga skema distribusi agar layanan tetap berjalan,” ujarnya, pada hari Kamis, 2 April 2026.

Dalam kondisi normal, muka air Waduk Manggar bisa turun hingga 5 sentimeter per hari. Minimnya curah hujan selama El Nino berpotensi mempercepat penyusutan volume air, sekaligus menurunkan kualitas air akibat meningkatnya kekeruhan, masuknya pasir dan udara ke sistem pompa, serta pertumbuhan gulma air.

Saat ini, cakupan layanan air bersih di Balikpapan telah mencapai sekitar 77,02 persen. Artinya, sebagian besar masyarakat bergantung pada distribusi PTMB, sehingga setiap potensi gangguan produksi harus diantisipasi secara cermat.

Sebagai langkah utama, PTMB dan BWS sepakat mengoptimalkan tampungan Waduk Manggar dengan menutup seluruh pintu spillway guna menjaga volume air menjelang puncak kemarau. Selain itu, diterapkan skenario pengambilan air sebesar 75 persen dengan asumsi inflow hanya 50 persen untuk menjaga stabilitas elevasi waduk hingga akhir tahun.

Dari sisi operasional, PTMB juga menyiapkan skema distribusi adaptif. Jika kapasitas produksi turun di bawah 70 persen, maka distribusi air akan dilakukan secara bergiliran dari wilayah hulu ke hilir demi pemerataan layanan.

Untuk kondisi darurat, PTMB menyiagakan sekitar 15 unit armada tangki air yang akan difokuskan ke wilayah prioritas, seperti kawasan dengan elevasi tinggi, daerah terjauh, serta fasilitas vital seperti rumah sakit dan layanan publik.

Selain langkah jangka pendek, PTMB juga menyiapkan strategi jangka menengah melalui penguatan sumber air alternatif. Di antaranya reaktivasi sumur bor tidak aktif, pembangunan dua sumur bor baru di kawasan Gunung Tembak dan Jalan Mufakat, serta optimalisasi bendali sebagai suplai tambahan.

Upaya ini juga diperkuat dengan rencana pengusulan anggaran tambahan ke pemerintah pusat, guna mendukung pembangunan dan rehabilitasi infrastruktur air bersih sebagai bagian dari mitigasi kekeringan nasional.

Saharuddin menekankan, kesiapan teknis harus dibarengi dengan kesadaran masyarakat dalam menggunakan air secara bijak. “Kami ingin masyarakat memahami bahwa ini tantangan bersama. Dengan penggunaan air yang hemat, kita bisa mencegah krisis yang lebih besar,” katanya.

Sebagai tindak lanjut, PTMB bersama BWS akan berkoordinasi dengan pemerintah kota untuk mengeluarkan imbauan resmi penghematan air, sekaligus meningkatkan literasi publik terkait dampak El Nino.

Adanya strategi berbasis data, koordinasi lintas sektor, dan dukungan masyarakat, PTMB optimistis mampu menjaga stabilitas layanan air bersih di tengah ancaman El Nino 2026, menjaga kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi di tengah cuaca ekstrem.(las)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *