KUKAR : Google Indonesia memberikan apresiasi tinggi kepada Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) atas penerapan Program Sekolah Rujukan Google (SRG). Program ini merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah daerah dengan Google, yang bertujuan mempermudah proses belajar mengajar berbasis digital.
Hingga kini, sebanyak 13 sekolah di Kukar telah menjadi pilot project Sekolah Google sejak tahun 2023. Sekolah-sekolah tersebut antara lain:
1. SMPN 7 Muara Kaman
2. SMPN 10 Loa Kulu
3. SMPN 1 Tenggarong
4. SMPN 2 Tenggarong
5. SMPN 3 Tenggarong
6. SMPN 2 Sangasanga
7. SMPN 2 Muara Kaman
8. SMPN 7 Muara Badak
9. SMPN 4 Tenggarong Seberang
10. SMPN 6 Loa Kulu
11. SMPN 5 Loa Janan
12. SMPN 1 Sebulu
13. SMPN 3 Kembang Janggut
Perwakilan Google Indonesia, Olivia Basri Husni, memuji kompetensi guru-guru di Kukar yang telah tersertifikasi dalam pembelajaran berbasis digital. Menurutnya, pelatihan dan pengembangan yang terus dilakukan telah menghasilkan kualitas pengajaran yang setara dengan daerah lain.
“Pencapaian ini menunjukkan kerja keras dan dedikasi para guru di Kukar. Mereka telah menguasai teknologi baru dan menerapkannya secara efektif dalam pembelajaran sehari-hari,” ujar Olivia, Selasa (17/12/2024).
Transformasi Digital dalam Pendidikan
Google, bersama sekolah-sekolah di Kukar, telah melakukan berbagai pelatihan intensif dan menyediakan sumber daya teknologi untuk mendukung pembelajaran digital. Dampak positif terlihat dari peningkatan numerasi dan literasi di sekolah-sekolah tersebut, membuktikan bahwa teknologi dapat mempercepat kemajuan pendidikan.
“Kolaborasi ini juga mencakup pengembangan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan zaman, mempersiapkan siswa untuk menghadapi tantangan masa depan,” tambah Olivia.
Menuju Status Google Reference School
Kukar berpotensi menjadi wilayah dengan jumlah Google Reference School terbanyak di Indonesia, sekaligus menjadi yang pertama mencapai status ini di tingkat sekolah negeri.
“Jika berhasil, ini akan menjadi pencapaian yang sangat membanggakan. Kukar akan bersaing di tingkat internasional, membuka peluang bagi siswa untuk belajar dari sekolah-sekolah lain di seluruh dunia,” jelas Olivia.
Bergabung dengan komunitas internasional ini akan membuka akses bagi siswa dan guru ke sumber daya pendidikan global, praktik terbaik, serta pengalaman belajar yang lebih luas.
Visi Kukar dan Indonesia Emas 2045
Program ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas pendidikan, tetapi juga berkontribusi pada pencapaian visi Kukar Emas 2045 dan Indonesia Emas 2045.
Dengan generasi yang cerdas, kreatif, dan siap bersaing secara global, dampak positif di bidang pendidikan akan turut mendukung pembangunan sosial dan ekonomi daerah.
“Dampak positif dari program ini diharapkan dirasakan oleh seluruh masyarakat, memperkuat komitmen Kukar dalam memajukan pendidikan dan menciptakan generasi unggul di masa depan,” tutup Olivia. (dk)

















